Apakah dasar yang Alkitabiah untuk panggilan misi?

Posted on 19/05/2013 | In Mission | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/ Apakah dasar yang Alkitabiah untuk panggilan misi?

ALKITAB DAN PANGGILAN MISI

Apakah suatu suara, atau semak belukar yang menyala, seekor ikan besar, atau mungkin suatu visi, namun sering kali mereka juga salah dalam memahami apa yang  terjadi dalam ayat Alkitab. Oleh karenanya, banyak orang tidak dapat membedakan panggilan dengan pimpinan. Ini adalah 2 aspek yang berbeda tentang bagaimana  Tuhan memimpin. Panggilan dan karunia Allah tidak dapat ditarik kembali, namun dapat dilihat dari ekspresi mereka yang dinamis dan terus menerus berubah. Beberapa orang yang membaca tentang penglihatan Paulus, tentang Makedonia, dan menerjemahkan hal ini sebagai sesuatu yang mewakili panggilan misi yang sah, dan ditentukan secara alkitabiah (kis 16:9-10). Tetapi ini bukanlah panggilan misi. Paulus tidak hanya telah menjadi misionaris selama beberapa tahun, dan ia sedang dalam perjalanan misinya, ketika ia dapat penglihatan itu! Penglihatan ini adalah sebuah ilustrasi yang jelas akan pimpinan Tuhan bagi mereka yang telah dipanggilNya.

 

Yesus telah memerintahkan Paulus untuk membawa Injil kepada orang-orang non Yahudi. Ketika Roh Kudus menyuruh untuk mengkhususkan dia dan Barnabas untuk misi, dia tidak melawan. Melainkan, sikapnya adalah, “Ya, Tuhan! Sekarang, apa yang Engkau ingin aku lakukan?” Paulus menerima arahan yang Roh Kudus berikan kepada jemaat Siria Antiokhia, dan menjadi misionaris terhebat yang dunia pernah dikenal. Sementara panggilan pribadinya datang langsung dari suara Allah dalam sebuah penglihatan. Kita harus ingat, bahwa pengalaman ini menggambarkan tentang apa yang terjadi kepada Paulus, bukan sesuatu yang menentukan bagaimana seharusnya setiap panggilan misi itu pada setiap orang.

Tidak ada definisi alkitabiah tentang panggilan misi; beberapa orang terkejut, sebagai tambahan, bahwa tidak ada ayat Alkitab yang menjelaskan komponen-komponen penting dari panggilan misi. Karenanya, banyak orang menyatakan bahwa panggilan tidaklah penting, dan bahwa ini hanya sekedar sebuah opsi lapangan pekerjaan, sama halnya dengan menjadi seorang bankir atau tukang ledeng. Yang lainnya merasakan kebebasan untuk menemukan definisi mereka sendiri dalam interpretasi mereka, tentang ayat-ayat yang berbicara mengenai panggilan dari nabi-nabi dan murid-murid. Masih saja ada yang lain berkata, bahwa setiap orang Kristen telah menerima panggilan misi beserta panggilan keselamatan. Apa yang dapat kita katakan dengan pasti adalah, bahwa paling sedikit, Allah memanggil orang Kristen untuk hidup dengan hati misi. Pertimbangkanlah tugas-tugas yang Yesus berikan kepada kita, murid-muridNya: Amanat Agung, Hukum yang terutama, dan Belas Kasih yang Agung.

 

Amanat Agung, Hukum yang terutama dan Belas Kasih yang Agung

Amanat Agung adalah perintah Yesus untuk pergi kepada suku-suku bangsa dan memuridkan mereka. Setiap Injil dan Kitab Kisah Para Rasul mencatat hal tersebut (Mat 28:18-20: Mark 16:15; Luk 24:47: Yoh 20:21; Kis 1:18). Dengan perkataan ini, Yesus memerintahkan para pengikutNya untuk pergi kepada suku-suku bangsa dan memberitakan pesan Injil. Kata kerja perintah dalam perikop adalah kata “memuridkan mereka”, bukan “pergi”, seperti yang kelihatannya. Kita telah mengobservasi, bahwa penekanan Yesus bukan pada bangsa-bangsa secara geopolitik, atau Negara-negara, namun kelompok suku-suku bangsa. Kata tersebut dalam bahasa aslinya adalah ethne, yang dalam bahasa kita disebut etnik (suku bangsa). Jelaslah bahwa Yesus sedang memerintahkan umatNya, untuk menjadikan murid-murid di antara suku-suku bangsa di dunia, yang terdiri lebih dari ribuan suku bangsa.  Sejumlah orang boleh berkata, bahwa inilah satu-satunya panggilan alkitabiah, dan oleh karenanya panggilan yang kita dibutuhkan.

 

Bersambung……

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community