Apa yang harus saya lakukan jika pasangan tidak merasa dipanggil?

Posted on 02/02/2014 | In Mission | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/ Apa yang harus saya lakukan jika pasangan tidak merasa dipanggil?

Lanjutan dari  warta tanggal  26 Januari 2014

Menerapkan prinsip-prinsip alkitabiah untuk panggilan suami istri

Latin America Mission telah menjelaskan beberapa alasan dasar mengapa lembaga ini lebih menyukai baik suami maupun istri untuk berbagi panggilan misi. Alasan mereka tidaklah unik bagi kehidupan misi, tetapi hampir setiap rumah tangga misionaris mengalaminya dan biasanya sampai ke suatu tingkat  yang tidak diketahui dan berbeda di setiap tempat. Area-area dasar yang dibahas adalah pengorbanan finansial; penggalangan dukungan; kehidupan lintas budaya; transisi yang terus menerus; gaya hidup misionaris yang harus selalu siap dipanggil dan mengharuskan mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang selalu berubah-ubah; etika yang berhubungan dengan menggalang dukungan untuk gaji seorang misionaris, relasi dengan para donatur dan komukasi dengan para pendukung.

 

Sulit untuk hidup di bawah pengamatan dan pengujian yang terus menerus, sementara Anda harus hidup dengan anggaran belanja ketat, yang telah diumumkan secara terbuka kepada siapa saja yang ingin mengetahui berapa yang Anda peroleh dan bagaimana Anda membelanjakannya. Mungkin banyak pendeta dan keluarga mereka mengenal pengalaman ini, tetapi coba tambahkan kepada masalah-masalah ini: gaya hidup yang rela berkorban dalam mayoritas budaya di dunia dan pelayanan kepada orang-orang yang kebanyakan yang adalah penganut suatu agama yang tidak menginginkan keberadaan Anda, maka Anda memiliki bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bom waktu bagi ketegangan pernikahan. Karakteristik-karakteristik unik dari kehidupan misi menghasilkan penyebab-penyebab stress yang tidak akan dialami oleh pernikahan-pernikahan dari jalur karier yang lain.

 

Saat saya mengajar dalam sebuah latihan untuk para pendeta di Amerika Selatan, di mana seorang pemimpin gereja local dan saya bergantian memimpin. Ketika  teman Amerika Latin saya mengajar, dia menanyai saudara-saudara di dalam kelas itu, apakah mereka mengingat seorang misionaris yang kemudian pensiun. Mereka semua tersenyum dan betapa mereka semua mengasihi misionaris itu, karena apa yang telah dilakukan bagi mereka. Kemudian teman saya bertanya lagi, apakah ada yang pernah mengenal istri misionaris itu? Mereka semua kelihatan malu. Teman saya berkata, “Dia tidak pernah membiarkan kita berada di rumahnya ataupun istrinya untuk berbicara dengan kita, bukan?” Lalu teman saya meneruskan, “Istrinya tidak menyukai kita bukan?” Mereka yang hadir menjawab pertanyaan itu dengan gelengan kepala. Dan kemudian teman saya membuat poinnya, “Istrinya tidak pernah mengatakan itu kepada kita dengan perkataannya, tetapi kita dapat menyimpulkan dari sikapnya terhadap kita.” Teman saya meneruskan, bahwa kita harus berhati-hati dengan gaya hidup kita, karena hal itu berarti telah berbicara lebih keras dari pada apa yang kita katakan atau tidak katakan. Serupa dengan itu, keluarga kami mengenal seorang pendeta yang menerima pelayanan dalam sebuah gereja, yang berlawanan dengan keinginan istrinya. Istrinya tidak ingin meninggalkan tempat pelayanan yang sebelumnya, di mana teman-temannya berada. Di gereja baru, dia hadir hanya saat beribadah pada hari minggu pagi, namun tidak hadir untuk sekolah minggu ataupun ibadah malam. Dia tidak pernah mau berada di sana. Seefektif bagaimanakah pelayanan sang pendeta menurut Anda? Ketika pasangan suami-istri tidak berbagi panggilan umum untuk pelayanan, maka pelayanan tersebutlah yang kena imbasnya.

 

Beberapa lembaga mewajibkan baik suami maupun istri berbagi panggilan tersebut untuk tujuan memuluskan pelayanan misi. ketika pasangan pergi ke ladang misi tanpa panggilan misi yang sama, maka suami atau istrinya akan pergi dengan rasa bersalah, karena keinginan untuk pergi bersama hanya supaya akur, atau alasan tidak ingin menjadi penghalang keluarga untuk mengikuti kehendak Allah.

 

Bersambung…………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community