Terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang (Kej. 3:7) (Bagian 1)

Posted on 08/03/2020 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/terbukalah-mata-mereka-berdua-dan-mereka-tahu-bahwa-mereka-telanjang-kej-37.jpg Terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang (Kej. 3:7) (Bagian 1)

Alkitab mencatat akibat langsung dari tindakan Adam dan Hawa yang melanggar perintah Allah adalah manusia sadar bahwa mereka telanjang. Allah telah memberikan perintah kepada Adam, “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati" (Kej. 2:16-17). Tetapi apa yang terjadi? Alkitab (Kej. 3:6) mencatat, “Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.”  Alkitab langsung mencatat reaksi pertama yang terjadi akibat manusia memakan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat: Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat (Kej. 3:7). Apakah mereka baru tahu jika mereka telanjang pada bagian ini? Dan bentuk malu yang bagaimana yang dihadapi Adam dan Hawa ini?

Akibat dosa di bagian ini diceritakan dengan cara yang menarik. Pertama, rentetan kejadian di ayat ini hampir sama dengan tindakan Hawa di ayat sebelumnya. Sebagaimana tindakan Hawa di 3:6 dipaparkan secara cepat (melihat à mengambil à memakan à memberikan), demikian pula akibat dosa yang mereka tanggung di 3:7 (terbuka à tahu à menyemat à membuat). Sebagaimana  sebuah keputusan yang buruk akan melahirkan beragam pelanggaran dengan cepat (3:6), demikianlah sebuah dosa dengan cepat akan menghasilkan beragam situasi yang buruk.

Kedua, akibat dosa di 3:7 dikisahkan secara ironis. Perkataan ular benar-benar terjadi, namun dalam arti yang sangat berbeda dengan yang diharapkan Hawa. Mata mereka benar-benar terbuka (3:7a; 3:5), tetapi hanya untuk mengetahui bahwa mereka telanjang (3:7b). Penggunaan kata ganti “mereka” yang muncul berkali-kali di ayat ini menyiratkan bahwa keduanya mengalami akibat dosa secara bersamaan, walaupun Hawa yang lebih dahulu memakan buah itu. Teks tidak memberi petunjuk apa pun yang menjelaskan bahwa Hawa lebih dahulu merasakan akibatnya. Hal ini mungkin menyiratkan posisi Adam sebagai kepala. Selama ia belum berdosa, maka akibat dosa belum bisa diberlakukan. Ada kemungkinan Hawa sudah mengalami dahulu dan ia tetap membujuk Adam untuk memakan buah itu (3:12, 18), sehingga Adam pun akhirnya mengalami apa yang ia rasakan. Bagaimanapun, kita sulit memastikan mana yang benar. Penulis kitab Kejadian tampaknya lebih tertarik untuk menekankan fakta bahwa keduanya sama-sama mengalami akibat dosa.

 

Bersambung…………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community