Siapakah sebenarnya nama ayah mertua Musa?

Posted on 13/09/2015 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/Siapakah-sebenarnya-nama-ayah-mertua-Musa.jpg Siapakah sebenarnya nama ayah mertua Musa?

Identifikasi ayah mertua Musa yang bernama Yitro muncul pertama kalinya dalam Keluaran 3:1, “Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro (yiTrô), mertuanya, imam di Midian….”. Musa kawin dengan salah satu putri Yitro, yaitu Zipora. Namun dalam pasal sebelumnya, yaitu di pasal 2, imam di Midian sekaligus ayah Zipora bernama Rehuel (ay. 18). Di Kel 2:21 LAI menyertakan nama Rehuel, sedangkan di dalam versi Masoret Teks-nya, nama Rehuel tidak ada, hanya memakai bentuk orang ketiga tunggal maskulin (he). Walaupun demikian, identifikasi Yitro sebagai mertua Musa sangat banyak dicatat, misalnya di Keluaran 4:18; 18:1,2,5,6,12.

Tidak berhenti sampai sana, Bilangan 10:29 juga mencatat, “Lalu berkatalah Musa kepada Hobab anak Rehuel orang Midian, mertua Musa:…” Dapat disimpulkan bahwa Hobab adalah anak laki-laki dari Rehuel, mertua Musa, yang juga berarti Hobab adalah saudara ipar Musa atau saudara laki-laki dari Zipora. Namun yang agak mengherankan adalah Hobab, anak Rehuel itu disebut sebagai orang Keni di Hakim-hakim 1:16 dan 4:11, padahal Hobab seharusnya adalah orang Midian seperti ayahnya, Rehuel. Dan yang lebih membingungkan adalah dalam Hakim 4:11 versi Masoret Teks, Hobab disebut dengan ‘mertua Musa’ (walaupun LAI langsung menuliskan dan menginterpretasikan bahwa Hobab adalah ipar Musa).

Bagaimanakah mengharmonisasikan semua ini?

Yitro atau Rehuel atau Hobab?

Dari kisah yang dipaparkan dalam Keluaran dan Hakim-hakim, Yitro dan Hobab adalah 2 orang yang berbeda. Yitro adalah laki-laki tua dengan 7 anak perempuan ketika Musa masuk di Midian. Yitro jugalah yang memberikan nasehat yang bijak kepada Musa tentang masalah kepemimpinan yang dihadapi Musa. Sedangkan dalam Bilangan 10, Hobab digambarkan seperti laki-laki muda yang masih sanggup memimpin perjalanan di padang gurun. Dengan demikian, bagaimana memahami Hakim-hakim 4:11  yang menyatakan ‘Hobab, ….mertua Musa’?

Istilah Hötën yang berasal dari akar kata HTn dapat berarti ‘saudara/kerabat berdasarkan hubungan perkawinan’. Kata HTn bisa dipahami sebagai ‘ayah  mertua, saudara ipar atau anak mantu’ (Kej. 19:14 ‘anak mantu’; Hakim 19:4,7,9 ‘mertua’). Dalam Hakim –hakim 1:16 dan 4:11, HTn berarti ‘saudara ipar’. Jadi Hobab adalah saudara ipar Musa dan dalam hal ini LAI sangat tepat menerjemahkan ‘ipar’.

Yitro dan Rehuel dipahami sebagai orang yang sama. Pernyataan bahwa Yitro adalah mertua Musa memang banyak muncul (Keluaran 4:18; 18:1,2,5,6,12), namun pernyataan langsung bahwa Rehuel adalah mertua Musa tidak tercatat langsung namun implisit dinyatakan di Kel 2:16-18. Yitro adalah nama diri sedangkan Rehuel adalah nama kaum atau marga. Dalam konteks masyarakat yang nomaden saat itu, pemakaian nama seseorang berdasarkan nama ayah atau mengikuti garis patrilineal  merupakan sesuatu yang umum di masyarakat Timur Dekat Kuno. Ketika dikatakan Hobab, anak Rehuel (Bil. 10:29), maka Hobab sedang ditampilkan  sebagai keturunan dari kaum atau marga Rehuel. Hal ini wajar terjadi dan sebagai pembandingnya, berikut bebeberapa contoh pemakaian nama kaum atau marga:

Akhan kadang disebut ‘Akhan bin Zerah’, padahal Zerah bukan ayah Akhan; ayah Akhan adalah Karmi. Jadi Zerah adalah nama marga atau kaum dari Akhan.

Yosua 7:24 Kemudian Yosua, beserta seluruh Israel mengambil Akhan bin Zerah, dan perak, jubah dan emas sebatang itu, anak-anaknya yang laki-laki dan perempuan, lembunya, keledainya dan kambing dombanya, kemahnya dan segala kepunyaannya, lalu semuanya itu dibawa ke lembah Akhor.

Yosua 7:1 Tetapi orang Israel berubah setia dengan mengambil barang-barang yang dikhususkan itu, karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel.

Yosua 7:18 Ketika disuruhnya keluarga orang itu tampil ke muka, seorang demi seorang, maka didapatilah Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda.

Ada juga kisah Laban. Dalam Masoret Teks Kej. 29:5 dikatakan Laban adalah ‘Ben’ (anak laki-laki) dari Nahor (namun LAI langsung menerjemahkan ‘Laban adalah cucu Nahor’). Padahal dalam Kej. 24:15 jelas dinyatakan bahwa Laban adalah anak Betuel, cucu Nahor (seharusnya Laban adalah ‘Ben’ dari Betuel). Maka ketika dikatakan ‘Laban, anak Nahor’, yang muncul seharusnya adalah pemahaman bahwa Laban adalah keturunan dari kaum atau marga Nahor. 

Intinya adalah, pemakaian nama Yitro sebagai nama diri atau Rehuel sebagai nama kaum atau marga dalam dunia Alkitab kuno adalah hal yang lumrah terjadi saat itu.

Orang Midian atau Orang Keni?

Dalam penjelasan sebelumnya telah dipaparkan bahwa Hobab adalah anak Yitro atau Rehuel, seorang imam Midian. Namun Hakim-hakim 1:16 dan 4:11 menyebutkan bahwa Hobab adalah orang Keni.

Hakim 1:16 Keturunan Hobab, ipar Musa, orang Keni itu, maju bersama-sama dengan bani Yehuda dari kota pohon korma ke padang gurun Yehuda di Tanah Negeb dekat Arad; lalu mereka menetap di antara penduduk di sana.

Hakim 4:11 Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab, ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon tarbantin di Zaanaim yang dekat Kedesh.

Sehubungan dengan orang Keni, ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama, Keni tidak merujuk 100% pada sebuah etnis; Keni lebih mengarah pada sebuah nama atau julukan. Berasal dari Kain, orang Keni identik dengan etnis yang mayoritas bermata pencaharian sebagai tukang tembaga atau tukang besi (Kej 4:22). Bapa leluhur orang Keni adalah Kain (baca Kejadian 4:17-22). Identifikasi orang Keni dan Kain sebagai leluhurnya nampak di Bilangan 24:21-22 :

Ay. 21 Ketika ia melihat orang Keni, diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Kokoh tempat kediamanmu, tertaruh di atas bukit batu sarangmu

Ay. 22 namun orang Keni (Masoret Teks tidak memakai ‘orang Keni’ melainkan ‘Kain’) akan hapus; berapa lama lagi maka Asyur akan menawan engkau?"

Kedua, Midian bukan sebuah etnis tunggal, melainkan merupakan gabungan dari beberapa suku termasuk di dalamnya orang Keni ini sebagai bagian dari etnis tertua bangsa Midian. Sebagai contoh yang jelas adalah nama Henokh yang berasal dari keturunan Kain (Keni) dalam Kej. 4:17, namun nama Henokh juga bisa berasal dari keturunan Midian (Kej. 25:4).  

Dengan demikian ketika dikatakan bahwa keluarga Yitro adalah orang Midian, hal itu memang benar. Dan ketika salah seorang anaknya, yaitu Hobab, disebut sebagai orang Keni, hal itu juga benar. Kaum kecil mereka adalah orang Keni (entah apakah kelurga besar Yitro adalah tukang tembaga atau besi, tidak bisa dipastikan), namun etnis mayor Yitro adalah orang Midian. Ketika Yitro dan keluarga besarnya disebut sebagai orang Keni maupun orang Midian, kedua-duanya adalah benar.

NK_P

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community