Siapakah Josephus Itu? (Bagian 3)

Posted on 15/09/2019 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/siapakah-josephus-itu.jpg Siapakah Josephus Itu? (Bagian 3)

(Lanjutan tgl 8 September 2019)

Josephus sebagai Sejarawan

Sepeninggal kaisar Nero pada tahun 68 M, senat Roma memanggil Vespasianus  untuk meninggalkan tugasnya menumpas pemberontakan dan selanjutnya dia diangkat menjadi kaisar menggantikan Nero pada 69 M.  Ucapan Josephus menjadi kenyataan: Vespasianus manjadi kaisar Roma. Teringat akan ucapan Josephus, Vespasianus melepaskan Josephus, menganugerahinya dengan kewarganegaraan Roma dan diberi nama Roma: Titus Flavius Josephus. Josephus juga diberi seorang istri orang Mesir (ini adalah pernikahan ketiganya: istri pertamanya hilang di benteng Jotapata; istri keduanya meninggalkannya di Yudea)  dan diberi tugas sebagai penasehat Titus, anak Vespasianus, yang bertugas melanjutkan karir ayahnya untuk menumpas pemberontakan orang-orang Yahudi. 

Ketika jenderal Titus mengepung kota Yerusalem, Josephus bertugas sebagai penerjemah bagi Titus dan sekaligus sebagai mediator antara orang-orang Roma dan orang-orang Yahudi di Yerusalem. Karena tugasnya ini, Josephus dibenci oleh orang-orang Yahudi karena dianggap sebagai pengkhianat; di sisi lain orang-orang Roamwi tidak mempercayainya karena dianggap membela orang-orang Yahudi. Tetapi jenderal Titus tetap mempercayainya.  Pengepungan berlangsung hampir setengah tahun hingga akhirnya Yerusalem dihancurkan oleh jenderal Titus pada tahun 70 M.

Setelah penghancuran Yerusalem, Josephus menghabiskan hidupnya di Roma. Di sana dia banyak membuat tulisan. Pada tahun 98 M, dengan terbunuhnya kaisar terakhir keturunan Vespasianus, Domitian, maka Josephus tidak lagi memperoleh perlindungan. Tidak ada lagi tulisan tentang  Josephus sampai akhirnya dia meninggal.

 

Kehidupan Perkawinannya

Josephus menikah beberapa kali. Istri pertamanya mati bersama orang tua Josephus di Yerusalem  selama pengepungan. Selanjutnya Jenderal Vespasianus mengatur agar dia menikahi seorang wanita Yahudi yang ditangkap oleh pasukan Romawi. Tetapi wanita ini meninggalkan Josephus. Sekitar tahun 70, Josephus menikahi seorang perempuan Yahudi dari Aleksandria dan melaluinya dia memiliki 3 anak laki-laki, tetapi dua orang diantaranya meninggal; Flavius Hyrcanus adalah satu-satunya anaknya yang hidup. Yang menarik adalah istri ketiganya ini adalah wanita yang ditangkap orang-orang Romawi.  Hukum Yahudi melarang perkawinan seorang imam dengan wanita yang adalah tangkapan perang karena mereka berasumsi bahwa wanita-wanita tangkapan perang tidaklah mungkin seorang perawan lagi. Namun Josephus menegaskan bahwa istrinya adalah seorang perawan, namun akhirnya Josephus tetap menceraikannya. . Dalam tulisannya Life, Josephus mengatakan, “At this period I divorced my wife, being displeased at her behavior. She had borne me three children, of whom two died. “

Sekitar tahun 75, Josephus menikah lagi dengan seorang gadis Yahudi dari Krete. Perkawinan terakhirnya ini menghasilkan 2 anak, Flavius Justus dan Simonides Agrippa.

 

Bersambung………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community