Serial Wanita-wanita yang tidak dikenal dalam Alkitab : ISTERI YEROBEAM

Posted on 28/04/2013 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/ Serial Wanita-wanita yang tidak dikenal dalam Alkitab : ISTERI YEROBEAM

ISTRI YEROBEAM : PASIF TAPI SIGNIFIKAN

Istri Yerobeam sendiri ditampilkan sebagai tokoh diam (tidak ada eksistensi), tak berkata sepatah kata pun, tak melampiaskan perasaannya. Ke-absen-an namanya, ke-pasif-annya dalam berkata-kata maupun mengungkapkan ekspresinya menimbulkan pertanyaan serius, mengapa dia di-tampilkan sebagai tokoh seperti itu padahal apa yang dilakukannya sangatlah penting.

Istri Yerobeam muncul sebagai karakter yang tanpa warna (colorless charcter). Di adalah istri Yerobeam, tapi tidak ada tanda-tanda implisit ataupun eksplisit bahwa dia adalah seorang ratu. Pun tidak ada gambaran ataupun penilaian tentang penampilan fisiknya, tengan asal usulnya (bangsa) ataupun orang tuanya (binti). Dia ha-nyalah seorang wanita tanpa identitas, tanpa eksistensi diri namun muncul karena fungsinya.

Istri Yerobeam diam ketika serangkaian bentuk kata perintah muncul dari mulut Yerobeam, “berkemaslah…menyamarlah…pergilah…bawalah…“ (ay. 2-3). Perjalanan dari Tirza menuju ke Silo mencapai sekitar 20-25 miles (40 km). Pastinya penyamaran itu dilakukannya dengan berjalan sebagai rakyat jelata (bandingkan: hadiah pemberian dari Yerobeam adalah standar pemberian dari rakyat biasa, bukan hadiah dari seorang raja (2 Raja 5:22-23)). Bayangkan, sebagai seorang ratu saat itu, dia terbiasa hidup dalam kelimpahan, tetapi tiba-tiba harus menyamar sebagai rakyat biasa! Hal itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan seorang ratu. Dia harus berjalan kaki mencapai Silo dari istana Tirza. 

Dalam diamnya itu juga, penulis kitab Raja-raja juga tidak memberikan gambaran perasaannya sebagai seorang istri dan ibu (bagaimana perasaannya ketika anaknya sakit, bagaimana reaksinya ketika dia menerima perintah berat dari Yerobeam, bagaimana terkejutnya ketika dia mengetahui penyamarannya tidak berhasil dan bagaimana responnya ketika nabi Ahia membe-ritakan nasib buruk kerajaan Israel serta ramalan kematian anaknya). Dan yang paling penting, penulis kitab Raja-raja tidak menyertakan gambaran reaksinya ketika Abia meninggal ketika dia sampai di ambang pintu rumahnya.

Istri Yerobeam memasuki teks ketika Yerobeam memerintahlan kepadanya “berkemaslah…” (ay. 2) dan dia keluar dari teks ketika nabi Ahia juga memerintahkannya “bangunlah dan pulang ke rumahmu…” (ay. 12). Jika digambarkan, dia adalah tokoh dengan karakter yang “patuh” tanpa alasan apapun. Banyak yang menafsirkan bahwa istri Yerobeam ini gambaran “woman abused” pada masa itu.

Istri Yerobeam itu berfungsi mirip sebuah jemba-tan antara Yerobeam yang berdosa dengan Abia yang dikatakan sebagai yang paling baik dari antara semua keluarga atau keturunan Yerobeam (ay. 13).

Di balik semua ke-pasif-annya, istri Yerobeam merupakan tokoh penting pada kisah ini. Dialah yang dipercayakan untuk mendengar langsung kabar dari nabi Ahia tentang secuil peristiwa dari serangkaian kisah yang membentuk sebuah benang merah sejarah bangsa Israel. Dia ibarat seorang nabi yang diberikan hak untuk mengetahui pertama-tama nasib kerajaan Israel, kelan-jutan dan kehancuran keluarga Yerobeam. Dia jugalah yang pertama-tama mengetahui bahwa anaknya, Abia, akan mati. Kembali jika harus dibayangkan, bagaimana perasaaan  seorang istri yang harus berjalan dalam penyamaran, yang harus menanggung beban mengetahui nasib keluarga-nya. Dan bagaimana juga perasaan seorang ibu, yang mungkin bergegas-gegas pulang ingin melihat kondisi anaknya yg sedang sakit dan dinubuatkan akan mati.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community