Sejarah Singkat Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris (Bagian 8)

Posted on 02/06/2019 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/sejarah-singkat-penerjemahan-alkitab-ke-dalam-bahasa-inggris.jpg Sejarah Singkat Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris (Bagian 8)

(Lanjutan tgl 26 Mei 2019)

Sebagai dukungan terhadap tindakannya tersebut, raja menyatakan Inggris terlepas dari kekuasaan Gereja RK dan selanjutnya meresmikan dirinya sendiri sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala gereja yang baru. Gereja yang baru tersebut terkenal dengan Anglican Church atau Church of England. Tindakannya yang bertentangan dengan gereja RK diwujudkan dengan membiayai pencetakan Alkitab dalam bahasa Inggris dan meresmikannya sebagai sesuatu yang legal.  

Pada tahun 1539, uskup besar Canterbury, Thomas Cranmer, menyewa Miles Coverdale  atas permintaan raja Henry VIII untuk menerbitkan ‘Great Bible. Great Bible menjadi ’Alkitab bahasa Inggris yang pertama kali diijinkan dipakai untuk keperluan umum.’ Cetakan Great Bible dibagikan ke setiap gereja, diikatkan di mimbar gereja dan bahkan disediakan seorang pembaca sehingga orang yang buta huruf sekalipun dapat mendengarkan Firman Allah dalam bahasa Inggris yang sangat jelas. Pemberian nama Great Bible disesuaikan dengan ukuran cetakan Alkitab tersebut, yaitu seukuran dengan mimbar besar gereja (sekitar 14 inci tingginya).    

Setelah kematian raja Henry VII dan selanjutnya dilanjutkan dengan raja Edward VI, gema kemerdekaan masih tetap bergaung. Namun pengganti raja Edward, yaitu ratu Mary, merupakan penghalang terbesar bagi penerbitan Alkitab di Inggris. Dia berkeinginan mengembalikan Inggris ke pangkuan gereja RK. Pada tahun 1555, ratu Mary memerintahkan ekseskusi terhadap John “Thomas Matthew” dan Thomas Cranmer dengan cara dibakar. Tidak berhenti sampai di sana, ratu Mary meneruskan tindakan membakar orang-orang yang dianggapkan menjadi Protestan. Masa ini terkenal dengan Marian Exile dimana banyak orang melarikan diri dari Inggris untuk mendapatkan perlindungan dari hukuman ratu Mary.     

 

Para Reformer dari Geneva (Geneva Bible)

Sekitar tahun 1550-an, gereja di Geneva (Switzerland) menampung orang-orang yang melarikan diri dari kejaran ratu Mary. Mereka bertemu di Geneva, dipimpin oleh Myles Coverdale dan John Foxe (penerbit buku Foxe’s Book of Martyr) dan juga Thomas Sampson dan William Whittingham. Dengan perlindungan dari John Calvin dan John Knox, gereja Geneva mengambil keputusan untuk membuat suatu Alkitab yang akan mengajar keluarga-keluarga mereka sementara mereka berada di pengasingan.  

PB diselesaikan pada tahun 1557 dan seluruh Alkitab berhasil diterbitkan pada tahun 1560. Alkitab ini terkenal dengan nama Geneva Bible.  Geneva Bible merupakan Alkitab yang pertama kalinya menambahkan ayat dan pasal-pasal.  Setiap pasal ditambahi dengan referensi-referensi sehingga Geneva Bible juga merupakan Alkitab Inggris pertama yang juga berfungsi sebagai Study Bible.

Geneva Bible merupakan Alkitab yang dipilih untuk dipakai oleh orang-orang Kristen yang berbahasa Inggris selama lebih dari 100 tahun. Antara 1560-1644 sedikitnya ada 144 edisi Geneva Bible yang diterbitkan. Geneva Bible sendiri mempertahankan 90 % isi dari terjemahan milik Tyndale.

Geneva Bible juga merupakan Alkitab yang pertama kali dibawa ke Amerika dan menjadi Alkitab orang Puritan dan Pilgrims.   

 

Ratu Elizabeth I (Bishop Bible)

Dengan berakhirnya pemerintahan berdarah ratu Mary, orang-orang yang dulunya melarikan diri dari Inggris mulai kembali. Gereja Anglican, di bawah ratu Elizabeth I, keberatan dengan pencetakan dan penyebaran Geneva Bible di Inggris. Penggunaan referensi tambahan dalam Geneva Bible dianggap bertentangan dengan ajaran gereja saat itu. Pada tahun 1568, suatu revisi dari Great Bible diterbitkan dengan nama Bishop Bible. Namun kemunculannya tidak mampu menggantikan kebesaran Geneva Bible.

Bersambung……………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community