Sejarah Singkat Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris (Bagian 3)

Posted on 28/04/2019 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/sejarah-singkat-penerjemahan-alkitab-ke-dalam-bahasa-inggris.jpg Sejarah Singkat Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Inggris (Bagian 3)

(Lanjutan tgl 21 April 2019)

Tokoh-tokoh Penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Inggris dan Beberapa Versi Alkitab Terkenal

Walaupun larangan penerjemahan Alkitab tetap terus berlangsung disertai intimidasi hukuman mati bagi para penerjemah dan pembacanya, namun dalam providensia-Nya, Allah telah menetapkan orang-orang dan peristiwa-peristiwa tertentu dalam sejarah jaman untuk menyebarkan Firman-Nya melalui terjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa.

Sejarah penerjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris dimulai pada periode yang dinamakan Anglo-Saxon (500-700 M). Gereja-gereja di Inggris yang ada dalam kekaisaran Roma sudah terbiasa mempergunakan Alkitab Latin (Latin Vulgata). Kebutuhan akan suatu terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris muncul bersamaan dengan penginjilan dan pertumbuhan gereja Anglo-Saxon pada abad ke-6 M.

Venerable Bede, seorang biarawan dari Jarrow, menceritakan tentang Caedmon, seorang gembala ternak, yang mendapat anugerah dari Allah yang memampukan dia untuk menyanyikan tema-tema Alakitab dalam bahasa Inggris. Tindakan Caedmon ini banyak ditiru orang-orang Inggris jaman itu untuk mempopulerkan ayat-ayat dalam Alkitab. 

Setelah Caedmon, terjemahan Alkitab dimulai.

Aldheim (640-709) menerjemahan Mazmur sekitar tahun 700 M.

Bede sendiri (menurut tulisan muridnya, Cuthbert) menerjemahkan kitab Injil ke dalam bahasa Inggris sebelum Bede meninggal pada tahun 735 M.

Setelah menaklukkan tentara-tentara Denmark yang menyerbu kerajaannya, Alfred, raja Wesse (849-901) membantu perkembangan pendidikan dan agama, termasuk di dalamnya terjemahan Kitab Suci yang dilakukannya sendiri. Sebagaimana yang dilaporkannya sendiri, Alfred menerjemahkan Alkitab dari Latin ke Inggris kuno dengan sistim terjemahan kata perkata atau kadang arti perarti. Meskipun tulisannya masih diragukan, tradisi menyebutkan bahwa Alfred menerjemahkan Sepuluh Perintah Allah dan beberapa bagian dari Keluaran 21-23 bersamaaan dengan Kisah Para Rasul 15:23-29.

Aldred (sekitar 950-970) menambahkan terjemahan dalam bentuk Inggris Kuno. Salah satu contoh yang ditemukan adalah Doa Bapa kami:

Suae ðonne iuih gie bidde fader urer ðu arð ðu bist in heofnum + in heofnas; sie gehalgad noma ðin; to-cymeð ric ðin. sie willo ðin suae is in heofne J in eorðo. hlaf userne oferwistlic sel us to dæg. J forgef us scylda usra suae uoe forgefon scyldgum usum. J ne inlæd usih in costunge ah gefrig usich from yfle

Farman (seorang pendeta) sekitar tahun yang sama dengan Aldred menulis terjemahan Injil Matius 

Sekitar tahun 990 muncul terjemahan keempat Injil (terkenal dengan nama Wessex Gospels). Salah satu contohnya adalah Doa Bapa kami (Mat. 6:9-31):

Fæder ure þu þe eart on heofonum, si þin nama gehalgod. To becume þin rice, gewurþe ðin willa, on eorðan swa swa on heofonum. Urne gedæghwamlican hlaf syle us todæg, and forgyf us ure gyltas, swa swa we forgyfað urum gyltendum. And ne gelæd þu us on costnunge, ac alys us of yfele. Soþlice

Abbot Ælfric : menerjemahkan hampir seluruh PL ke dalam bahasa Inggris Kuno.

Walaupun nama-nama mereka sering tidak dicatat sebagai tokoh-tokoh dalam sejarah penerjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris, mereka adalah para perintis penerjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris.

 

Bersambung……………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community