Mengapa Daniel Menolak Makanan Raja Babel? Berbagai Alternatif Penafsiran Mayoritas (Bagian 2)

Posted on 31/05/2020 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/mengapa-daniel-menolak-makanan-raja-babel.jpg Mengapa Daniel Menolak Makanan Raja Babel? Berbagai Alternatif Penafsiran Mayoritas (Bagian 2)

MEMAHAMI KONTEKS DANIEL 1

Untuk memahami secara lebih jelas tentang alasan di balik tindakan Danel dan kawan-kawan Yahudinya, pahamilah hal-hal berikut:

Pertama, apa yang dilakukan Daniel dan kawan-kawannya dengan tidak makan dan minum hidangan raja, tidaklah berlaku selamanya. Artinya mereka juga makan daging dan anggur (pastinya  dengan batasan-batasan tertentu yang ditentukan oleh mereka dan Alkitab tidak merasa perlu menampilkan kisah dan alasan mereka). Darimanakan kita tahu bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak berlaku selamanya ?

  1. Daniel 1:18 menyebutkan tentang ‘Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja‘. Artinya peristiwa yang terjadi dalam konteks Daniel 1 terjadi dalam kurun waktu tertentu tidak selama-lamanya. Peristiwa yang dimaksud adalah proses seleksi dan pembinaan yang dilakukan kepada orang-orang buangan terpilih (ay. 3-4). Perkiraan waktu pembinaan tersebut berlangsung sekitar 3 tahun (ay. 5). Jadi setelah berakhir waktunya, disimpulkan bahwa konteks kisah Daniel 1 inipun berakhir.
  2. Hal yang dialami Daniel dan kawan-kawannya berbeda dengan kisah raja Yoyakhin dalam Yer. 52:31-34

Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda, dibuang, dalam bulan yang kedua belas, pada tanggal dua puluh lima bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara. Ewil-Merodakh berbicara baik-baik dengan dia dan memberikan kedudukan kepadanya lebih tinggi dari pada kedudukan raja-raja yang bersama-sama dengan dia di Babel.

Yoyakhin boleh mengganti pakaian penjaranya dan boleh selalu makan roti di hadapan raja selama hidupnya. Dan tentang belanjanya, raja Babel selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya, sampai hari matinya.

Pemakaian kata ‘boleh selalu makan roti di hadapan raja selama hidupnya’ (ay. 33) dan ‘selama hidupnya, sampai hari matinya‘ (ay, 34), menjadi acuan bahwa tindakan raja Yoyakhin yang makan makanan hidangan raja berlaku selama sisa hidupnya sampai dia mati.

  1. Daniel 10:1-3 menyatakan bahwa ada peristiwa lain dimana Daniel kembali tidak makan daging dan minum anggur: 
    Pada tahun ketiga pemerintahan Koresh, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar; firman itu benar dan mengenai kesusahan yang besar. Maka dicamkannyalah firman itu dan diperhatikannyalah penglihatan itu Pada waktu itu aku, Daniel, berkabung tiga minggu penuh: makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.

Daniel melakukan tindakan tidak makan daging dan minum anggur (tidak dijelaskan apakah berasal dari meja raja atau tidak) dalam konteks sedang berkabung. Peristiwa berkabung  itu terjadi selama tiga minggu. Di luar waktu perkabungan itu diasumsikan bahwa Daniel tetap makan daging dan minum anggur. 

 

Bersambung…………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community