Mawar dari Saron (Kidung Agung 2:1)

Posted on 10/02/2019 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/mawar-dari-saron-kidung-agung-2-1.jpg Mawar dari Saron (Kidung Agung 2:1)

Kidung Agung 2:1 merupakan bagian dari rangkaian puji-pujian bersahut-sahutan antara mempelai perempuan dan mempelai laki-laki. Sang mempelai perempuan mengibaratkan dirinya dengan:

Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah

Yang menarik adalah kemunculan frase ‘mawar dari Saron’ memiliki berbagai terjemahan yang agak berbeda. Kata yang dalam bahasa Ibrani muncul sebagai ha’bazelet dipahami bermacam-macam. Para penerjemah Septuaginta  hanya menerjemahkannya sebagai ‘flower’ (of the field) secara umum, begitu pula dengan terjemahan Vulgata dan terjemahan bahasa Inggris milik Wycliffe. Ada juga terjemahan yang memakai kata ‘narcissus’ (CEI, TOB dan Targum) untuk memahami ha’bazelet ini. Yang menarik, justru penerjemah atau editor KJV menerjemahkan ha’bazelet sebagai  ‘rose’ (mawar) dan akhirnya banyak dipakai oleh terjemahan bahasa Inggris lainnya. Dan justru istilah ‘mawar dari Saron’ lebih populer dibanding berbagai alternatif terjemahan lainnya. Tidak diketahui alasan KJV memakai ‘mawar’ untuk menerjemahkan kata ha’bazelet ini.

Kata ha’bazelet hanya muncul sekali di bagian lain PL, yaitu di Yes. 35:1 untuk menggambarkan kemegahan eskatologis tanah Israel. Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga (ha’bazelet)

Jadi, jenis bunga apakah ha’bazelet ini?

  1. Dengan memahami paralelisme Ibrani, maka akan dapat dibentuk pemahaman berikut:

bunga mawar (ha’bazelet), dari Saron aku,

             =                                  =

bunga bakung (sosanna), dilembah-lembah

Bunga mawar paralel dengan bunga bakung, sedangkan Saron paralel dengan lembah-lembah. Ada suatu catatan menarik tentang paralelisme antara bunga mawar (ha’bazelet) dan bunga bakung (sosanna): Dalam Canticles Rabbah (tafsiran kitab Kidung Agung), Rabbi Judah bertanya, “Tidakkah ha’bazelet sama dengan sosanna?” Dia menjawab, “ketika bunga itu masih muda (kuncup), dia disebut dengan ha’bazelet namun ketika bunganya mekar penuh dia disebut dengan sosanna.”

Jadi memang ada kemungkinan ha’bazelet adalah sejenis lily (bunga bakung), apalagi dengan paralelisme yang seimbang antara  ha’bazelet dengan sosanna.

  1. Bunga ha’bazelet ini memiliki keterkaitan dengan Saron. Saron adalah nama sebuah lokasi yang terletak antara gunung Tabor dan danau Tiberias (1 Taw. 5:16). Saron dipahami sebagai sebuah tanah datar (begitu pula yang dipahami Sepruaginta dan Vulgata). Walaupun sekarang daerah tersebut sudah tidak ada lagi, namun di masa kuno, Saron merupakan area yang jarang dihuni penduduk karena merupakan daerah pertanian dengan bukit pasir dan rawa-rawa dan bunga yang paling mendominasi area ini adalah bunga yang dikategorikan sebagai maritime lily. Menariknya, istilah ha’bazelet hasaron yang muncul di Kid. 2:1 muncul juga di Yes 35:1 (ha’bazelet) dan 35:2 (hasaron). Dengan demikian bunga  (ha’bazelet) ini menjadi identik dengan dataran Saron (hasaron).
  2. Dalam Alkitab, sebenarnya tidak ada catatan tentang ‘bunga mawar’ kecuali terjemahan-terjemahan Alkitab Inggris yang memunculkan ‘Rose of Sharon’). Sampai sekarang belum juga ditemukan catatan tentang mengapa KJV memakai kata ‘rose of Sharon’ untuk menerjemahkan ha’bazelet hasaron. Kemungkinan, KJV mengambilnya dari terjemahan Aquila (abad ke -2 SM) yang menerjemahkan ha’bazelet sebagai kalykosis (kuntuk bunga mawar) atau dari Codex Venetus (abad ke-8M) yang menerjemahkan ha’bazelet dengan rodon (mawar). Dalam catatan sejarah, mawar baru dikenal di era Armenia atau Persia.
https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community