Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia (Kej. 19: 32) (Bagian 2)

Posted on 29/03/2020 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/marilah-kita-beri-ayah-kita-minum-anggur-lalu-kita-tidur-dengan-dia-kej-19-32.jpg Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia (Kej. 19: 32) (Bagian 2)

(Lanjutan tgl 22 Mar 2020)

Salah satu alasan mendasar ditampilkannya kisah tentang Lot dan 2 anak gadisnya ini adalah menampilkan garis keturunan 2 bangsa yang kelak akan banyak berhubungan dengan Israel yaitu bangsa Moab dan Amon.  Dan memang menjadi salah satu karakteristik kitab Kejadian adalah kitab ini memperkenalkan asal muasal bangsal-bangsa yang kelak akan berhubungan dengan bangsa Israel, entah sebaga kawan atau musuh (lihat Kej. 10). Bangsa Moab kelak akan menggiring bangsa Israel kepada penyembahan Baal dalam perjalanan mereka menuju ke tanah Kanaan (Bil. 25). Orang Amon dan Moab menyewa Bileam untuk mengutuki bangsa Israel ketika mereka berada dalam perjalanan menuju ke tanah perjanjian (Bil. 22). Tidak heran jika akhirnya Tuhan melarang bangsa Amon dan Moab masuk ke kumpulan umat Israel (Ul. 23:3-4). Namun yang menarik dari kedua bangsa ini adalah, salah satu dari mereka yaitu bangsa Moab menjadi salah satu garis keturunan raja Daud melalui perkawinan Boaz dan Rut orang Moab (Rut 4:18-22; Mat. 1:5-6).

 

APAKAH PERBUATAN LOT DAN 2 ANAK GADISNYA BERDOSA?

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa yang dilakukan Lot dan kedua anak gadisnya adalah sesuatu yang berdosa? Hal yang pasti adalah apa yang dilakukan mereka bertiga adalah sesuatu yang tidak lazim atau dilarang di era itu. Hal ini dapat diketahui dari ucapan anak perempuan sulung Lot kepada adiknya, “Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia“ (ay. 32). Mengapa gadis sulung itu perlu memberikan ayahnya minum anggur? Istilah ‘minum anggur’ dalam ungkapan Ibrani berarti membuat mabuk (akibat minum anggur berlebihan). Jika ‘tidur’ dengan ayah mereka merupakan sesuatu yang lazim dan diijinkan di era mereka, maka anak gadis sulung itu tidak perlu membuat ayahnya mabuk. Tidak perlu dipertanyakan darimana ia mendapatkan anggur untuk memabukkan ayahnya karena Alkitab tidak menuliskan itu (dengan demikian diasumsikan bahwa hal itu tidak penting). Yang jelas anak gadis sulung itu mengetahui bahwa dengan mabuk seorang bisa tidak sadar dengan apa yang diperbuatnya. Pemahaman ini kemungkinan bukan merupakan sesuatu yang asing karena anak gadis Lot ini tinggal di kota Sodom dan Gomora. 2 kota itu terkenal salah satunya karena dosa yang berhubungan dengan seksualitas.  

Dari kisah yang dipaparkan dalam Kej. 19:30-38 Lot nampak menjadi semacam ‘korban’ dari ide anak gadis sulungnya. Lot nampak tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di antara mereka: ‘dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun (ay. 35). Lot tidak bersalah karena tidak tahu. Jadi apakah anak gadis sulungnya yang bersalah karena semua ide pemikiran itu berasal dari dia?

Anak gadis sulung Lot berpikir demikian:

Ada masalah

  • ayah mereka sudah tua
  • tidak ada laki-laki di negeri mereka yang dapat menghampiri

Solusi masalah

  • membuat ayah mereka mabuk
  • ‘tidur’ dengan ayah mereka

Tujuan dari solusi    

  • menyambung keturunan dari ayah mereka

Ada penafsiran yang mengatakan bahwa anak-anak gadis Lot sengaja melakukan hal itu kepada ayahnya karena mereka dendam terhadap tindakan ayahnya yang menawarkan kedua anak gadisnya kepada orang-orang Sodom (19:8). Penafsiran di atas salah karena tidak ada indikasi tentang balas dendam dalam ide yang dilontarkan anak gadis Lot. Jika seandainyapun anak gadisnya dendam dengan perbuatan ayahnya, Alkitab tidak akan segan-segan menampilkan motif ini (bdg. Kej. 38:13-14). Namun Kej. 19:30-38 tidak menampilkan motif itu.

 

Bersambung……….

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community