Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia (Kej. 19: 32) (Bagian 1)

Posted on 22/03/2020 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/marilah-kita-beri-ayah-kita-minum-anggur-lalu-kita-tidur-dengan-dia-kej-19-32.jpg Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia (Kej. 19: 32) (Bagian 1)

Beberapa saat lalu ada berita tentang seorang bapak kandung yang meniduri anak gadisnya hingga akhirnya anak gadisnya itu hamil. Berbagai respon pasti akan bermunculan, yang pasti akan menghujat bapaknya. Respon lain akan mempertanyakan anak yang akan dilahirkan oleh anak gadisnya, apakah anak tersebut akan mengalami kecacatan akibat  perkawinan incest yang dilakukan olejh ‘kakek’ dan ibu anak itu.

Salah satu kisah menarik dan mencengangkan yang dicatat Alkitab terjadi antara seorang bapak dan dua anak gadisnya yang tercatat dalam Kej. 19:30-38. Setelah peristiwa penghukuman Allah atas Sodom dan Gomora, Lot dan keluarga (istri dan 2 anak gadisnya) sempat melarikan diri dari penghukuman Sodom dan Gomora dengan dituntun malaikat Tuhan. Mereka dilarang berada di area lembah Yordan (ay. 17). Lot minta kepada malaikat untuk melarikan diri ke sebuah kota kecil yang paling dekat dari daerahnya yang nantinya bernama Zoar (ay. 22; Zoar artinya kecil atau tdak penting). Di tengah perjalanan menuju Zoar, istri Lot melanggar satu larangan yang diperintahkan malaikat yaitu tidak menoleh ke belakang, ke arah lembah Yordan yang sedang dihukum Tuhan (ay.17). Istri Lot justru menoleh ke belakang dan mati dengan menjadi tiang garam sesuai yang diperingatkan malaikat (ay. 17, 26).

Hebatnya penghukuman Allah atas kota-kota yang dulunya didiami Lot serta daerah sekitarnya (ay. 29) membuat Lot takut tinggal di Zoar dan akhirnya pindah ke daerah yang lebh aman, yaitu di pegunungan, lebih tepatnya di sebuah gua (ay. 30). Alkitab tidak menjelaskan mengapa Lot takut tinggal di Zoar; mungkin karena kehancuran yang dialami Sodom dan Gomora juga terasa di Zoar (walaupun malaikat Allah telah berjanji untuk tidak menghancurkan Zoar, ay. 21). Namun dari sumber-sumber orang Yahudi, ada tradisi yang mengatakan bahwa 5 kota (termasuk Zoar) pada akhirnya dihancurkan Allah.

Di tenpat tinggal sementara, yaitu di sebuah gua, terjadilah bahwa  2 anak gadis Lot berencana tidur dengan ayah mereka dengan tujuan untuk  melanjutkan keturunan mereka. Singkat cerita, kedua anak gadis itu tidur dengan ayah mereka, mereka mengandung dan masing-masing melahirkan seorang anak laki-laki.  Anak gadis pertamanya memberi nama anak laki-lakinya dengan Moab, yang di rdalam Septuaginta diberi tambahan keterangan bahwa anak gadis Lot memberi nama anaknya Moab sambil berkata, “he is from my father.’ Sedangkan anak gadis keduanya memberi nama anaknya Ben-Ami yang artinya ‘son of my people.’

Kisah di atas cukup menarik untuk tidak menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah tindakan Lot dan kedua anak gadisnya dikategorikan sebagai dosa? Jika tindakan Lot dan anak-anak gadisnya itu memang merupakan sebuah bentuk dosa, mengapa Alah tidak menghukum mereka? Untuk menjawabnya perlu dibahas satu per satu bagian sehingga jawabannya bisa dipahami lebih komprehensif.

 

MENGAPA KISAH INI PERLU ADA DI ALKITAB?

Sebelumnya perlu diketahui dulu mengapa kisah tentang Lot dan 2 anak gadisnya perlu ditampilkan di dalam Alkitab, utamanya di kitab Kejadian. Kisah Lot dan 2 anak gadisnya tidak perlu ada di Alkitab karena Lot tidak berhubungan  dan tidak mempengaruhi sejarah keselamatan yang ditujukan kepada Abraham dan keturunannya. Bahkan setelah kisah dalam 19:30-38 tidak ada lagi cerita tentang Lot, bahkan kematiannya pun tidak diceritakan oleh Alkitab. Seolah-olah kisah Lot dan 2 anak gadisnya menjadi semacam puncak dari keberadaan seorang Lot. Ada sarjana yang mengatakan bahwa kisah hidup Lot yang berhenti di kisah ini justru dapat dilihat sebagai bentuk hukuman Tuhan atas Lot.

Bersambung………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community