Favoritisme Diantara Keluarga Bapa Leluhur (Bagian 4)

Posted on 16/12/2018 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/favoritisme-diantara-keluarga-bapa-leluhur.jpg Favoritisme Diantara Keluarga Bapa Leluhur (Bagian 4)

(Lanjutan tgl 9 Desember 2018)

Yakub, anak yang dibesarkan dari keluarga yang mengalami disfungsi akibat favoritisme orang tua, sekarang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orang tuanya.

  1. Yakub lebih cinta kepada Rahel daripada kepada Lea (Kej 29:30)

Preferensi Yakub atas Rahel dari kakaknya, Lea, inilah yang merupakan cikal bakal kompleksitas masalah dalam keluarga besar Yakub. Persaingan kakak beradik ini terus berbuntut pada masalah kesuburan – kemandulan, pemberian budak-budak kepada Yakub yang semakin menambah jumlah anak-anak Yakub yang berarti menambah pula permasalahan yang ada. Yakub memang sangat mencintai Rahel (Kej. 29:18,20) dan hal itu berakibat pula pada favoitisme-nya terhadap anak-anak yang lahir dari Rahel.

  1. Yakub lebih mengasihi Yusuf lebih dari semua anaknya yang lain (Kej. 37:3)

Kecintaan Yakub terhadap Yusuf sebagai anak laki-laki pertama dari istri yang paling dicintainya, Rahel, merupakan konsekuensi logis dari kecintaannya terhadap Rahel. 

 

Favoritisme atas Istri

Alkitab memaparkan Lea dan Rahel, istri-istri Yakub sebagai pribadi dengan kontras. Dari sisi penampilan, Rahel lebih menarik dari Lea kakaknya (Kej. 29:17). Ironisnya, walaupun Rahel lebih cantik dari Lea, namun Rahel mandul (Kej. 29:31).

Alkitab sendiri mencatat bahwa dari sejak awal, Yakub telah jatuh cinta pada Rahel, bukan Lea (Kej. 29:18). Demi cintanya pada Rahel, Yakub rela bekerja 7 tahun pada Laban, mertuanya, untuk mendapatkan Rahel (Kej. 29: 18-20). Namun karena tipu daya Laban, Yakub juga mendapatkan Lea sebagai istrinya. Berdasarkan perjanjiannya dengan Laban, setelah mendapatkan Rahel, Yakub masih harus bekerja 7 tahun lagi pada Laban.

LAI mencatat bahwa Lea ‘tidak dicintai’ oleh Yakub (Kej. 29:31). Mungkin istilah ‘tidak dicintai’ masih terdengar lebih halus dibanding bahasa aslinya yang secara literal artinya ‘dibenci’.  

 

Akibat Favoritisme atas Istri

Favoritisme Yakub atas Rahel sangat dirasakan oleh Lea. Alkitab sendiri, seakan menjadi saksi, menyatakan tentang Tuhan yang melihat bahwa Lea tidak dicintai (dibenci) Kej. 29:31.

  1. Pihak yang dibenci, Lea, berusaha dengan berbagai cara untuk mendapatkan cinta Yakub .

Kemandulan Rahel merupakan ‘ladang subur’ bagi Lea untuk memberikan 6 anak laki-laki (Kej. 29:31-35; 30:17-20) dan 1 anak perempuan (Kej. 30:21) kepada Yakub agar mencintainya. Mungkin Lea berpikir dengan memberikan banyak anak, utamanya laki-laki, pada Yakub, maka Yakub akan berubah mencintainya dibandingkan kepada Rahel yang mandul.

Favoritisme Yakub atas Rahel masih dirasakan Lea walaupun dia telah memberikan banyak anak laki-laki buat Yakub. Itulah sebabnya dia harus memanfaatkan buah dudaim yang diinginkan Rahel hanya untuk bisa tidur dengan Yakub (mungkin Yakub lebih banyak tinggal di kemah Rahel daripada Lea sehingga Lea harus ‘menjebak’ Rahel dengan buah dudaim). Dan karena pengasihan Allah, Lea akhirnya bisa melahirkan kembali 2 anak laki-laki.  

  1. Kakak beradik, Lea dan Rahel, memiliki rasa benci dan saling bersaing satu sama lain.

Dari cara Lea memberikan nama pada anak-anak lelakinya, nampak bahwa dia berusaha untuk menggambarkan isi hatinya agar mendapatkan cinta dari Yakub. Perhatikan:

  • Ruben = berasal dari 2 akar kata yang jika diterjemahkan berarti ‘lihatlah, seorang anak laki-laki’ (bdg. Kej. 29:32 )

 

Bersambung…….

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community