Favoritisme Diantara Keluarga Bapa Leluhur (Bagian 1)

Posted on 25/11/2018 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/favoritisme-diantara-keluarga-bapa-leluhur.jpg Favoritisme Diantara Keluarga Bapa Leluhur (Bagian 1)

(Lanjutan tgl 18 November 2018)

Alkitab, utamanya kitab Kejadian, memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap keluarga. Hal ini berkaitan dengan isi kitab Kejadian yang salah satunya menceritakan tentang asal mula peradaban manusia yang di dalamnya melibatkan keluarga sebagai sebuah institusi (adanya lembaga perkawinan, keluarga dan segala seluk beluknya).  Bahkan karena cukup mendominasinya kisah keluarga dalam Kitab Kejadian, utamanya Kejadian 12-50, para sarjana banyak menyebut bagian ini dengan ‘family narratives’.

Namun ada satu hal yang cukup menarik dari kisah keluarga dan keturunan Abraham ini. Dibandingkan dengan janji Allah dalam Kej 12:1-3 yang menyatakan bahwa Abraham akan menjadi perwakilan berkat Allah kepada semua kaum di muka bumi, ternyata Kejadian menggambarkan terjadinya disfungsi keluarga serta intrik-intrik yang terjadi antar anggota keluarga. Beberapa contoh bentuk disfungsi dalam keturunan Abraham adalah penipuan, pertengkaran, saling membenci, pilih kasih (favoritisme), egoisme dan lain-lain.

Tulisan ini akan membahas tentang favoritisme yang terjadi dalam keturunan Abraham, baik yang terjadi antara istri (sistim poligami), antara saudara, serta antara  orang tua dan anak.

 

Definisi Favoristisme

Yang dimaksud dengan favoritisme di sini adalah tindakan yang disengaja dengan alasan dan tujuan tertentu untuk memberikan perhatian yang lebih secara terus menerus pada suatu obyek (entah manusia atau barang) daripada obyek lain. Khusus pembahasan ini, favoritisme mencakup tindakan orang tua yang membedakan satu anak dengan anak lainnya ataupun seorang suami terhadap istri-istrinya (karena mengikuti pola poligami yang dianut masyarakat Timur Dekat kuno saat itu) yang akhirnya berakibat pada permusuhan antar saudara.

 

Favoritisme dalam Keluarga Abraham

Favoritisme dalam keluarga Abraham bermula dari status Sara sebagai perempuan mandul  (Kej. 11:30; 16:1). Kondisi mandul tersebut sangatlah kontras dibandingkan dengan janji Allah kepada Abraham bahwa keturunannya akan banyak seperti debu tanah dan bintang-bintang di langit (Kej. 13:16; 15:5). Alkitab tidak memberikan gambaran apakah Sara merasa terbebani dengan janji Allah tersebut mengingat Sara yang mandul.

Menurut hukum umum yang berlaku di dunia Timur Dekat saat itu, jika seorang istri  tidak dapat memberikan atau melahirkan anak untuk suaminya, maka dia berhak untuk memberikan budak perempuannya untuk menggantikan tugasnya memberikan dan melahirkan anak untuk suaminya; dan anak yang lahir itu nantinya menjadi anak sang istri, bukan budak perempuannya. Inilah dasar hukum yang dipakai Sara dalam Kej. 16 ketika dia menyuruh Abraham  menghampiri Hagar, budak perempuannya. Dan mengandunglah Hagar.

 

Benih Favoritisme

Kehamilan tersebut memicu kesombongan Hagar yang merendahkan kemandulan Sara walaupun kehamilan Hagar tidak mengubah posisinya dari budak menjadi istri Abraham. Di sinilah muncul benih favoritisme baik dari pihak Sara maupun Hagar. Hagar merasa dia akan lebih berharga di mata Abraham karena akan memberikan anak sedangkan Sara tetap bangga mempertahankan posisinya sebagai istri Abraham walaupun dia tidak memberikan anak untuk Abraham.

Alkitab memang tidak menjelaskan sikap Abraham menghadapi dua wanita ini. Yang pasti Abraham tetap memperlakukan Sara sebagai istrinya (dengan membiarkan Sara menggunakan haknya sebagai istri dalam memperlakukan Hagar, Kej. 16:6) dan Ismael, anaknya yang lahir melalui Hagar, sebagai anaknya  (dengan menyunatkan Ismael, Kej. 17:26 dan dengan menawar kepada Allah bahwa Ismael akan menjadi pewarisnya, Kej. 17:18). Abraham juga tidak setuju dengan  keputusan Sara yang pada akhirnya menyuruhnya mengusir Hagar & Ismael ketika Sara dikaruniai anak yang lahir lewat rahimnya sendiri, Ishak (Kej. 21:11).  Bersambung…….

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community