Daud benci orang timpang dan orang buta (2 Samuel 5:8) (Bagian 5)

Posted on 04/10/2020 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/daud-benci-orang-timpang-dan-orang-buta-2-samuel-5-8.jpg Daud benci orang timpang dan orang buta (2 Samuel 5:8) (Bagian 5)

(Lanjutan tgl 27 September 2020)

Istilah ‘saluran air’

Kata ‘saluran air‘ ini muncul dalam perintah yang dilontarkan raja Daud, Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu (ay. 8). Dalam bahasa Ibrani, kata yang dipakai untuk ‘saluran air’ ini adalah tsinnor. Kata ini dapat dikategorikan kata yang jarang muncul karena selain di bagian di atas, kata ini hanya muncul di Maz. 42:7 ‘Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu (tsinnor); segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.’ Beberapa terjemahan Alkitab berbahasa Inggris menggunakan kata ‘waterfalls, raging seas, cataracts, water-spout’  untuk menerjemahkan tsinnor di Maz. 42:7.  Dengan akar kata yang sama, kata tsinnor juga muncul di Zak. 4:12 : Untuk kedua kalinya berbicaralah aku kepadanya: "Apakah arti kedua dahan pohon zaitun yang di samping kedua pipa (tsanterot) emas yang menyalurkan cairan emas dari atasnya itu?" Dengan kata lain, kemunculan 2 kata dengan akar kata yang sama, yaitu  tsinnor dan tsanterot, memiliki 2 kemungkinan arti: saluran ataupun pusat air dan pipa. Namun yang menarik adalah walaupun 2 kata ini memiliki arti yang berbeda, ada inti yang sama yaiu kedua-duanya dipakai menjadi semacam alat untuk mengalirkan cairan atau air.

Dalam pemakaian bahasa Ibrani modern, tsinnor merupakan kata yang umum dipakai untuk merujuk pada pipa; kata ini juga memiliki arti yang sama  di era awal kemunculan Talmud hingga pertengahan abad pertama Masehi. Namun apakah arti ini juga berlaku beberapa abad sebelumnya? Dalam terjemahan-terjemahan Alkitab bahasa Inggris awal (seperti Wycliffe Bible abad ke 14 M, Geneva Bible 1560 dan Douai-Rheims Bible 1609), kata tsinnor diterjemahkan dengan’gutter’ (talang), secara umum ‘talang yang biasa ada di atap-atap rumah’.  Terjemahan ‘gutter’ ini terus dipakai oleh King James Version 1611 dan menjadi pemahaman yang terkenal untuk memahami 2 Sam. 5:8. Namun di abad ke-19 terjadi pergeseran  terjemahan, Revised Version 1885 serta Darby Bible 1890 menggunakan alternatif lain untuk menerjemahkan tsinnor sebagai sesuatu yang berhubungan dengan ‘sumber air’ seperti kata ‘cataract’ atau ‘waterfall’. Tidak ada  lagi yang menerjemahkannya dalam arti semacam saluran air.

Mengapa terjadi perubahan terjemahan Alkitab berbahasa Inggris untuk kata  tsinnor dari arti ‘saluran air’ ke ‘sumber air’? Salah satu pengaruh besarnya terjadi karena penyelidikan yang dilakukan oleh Charles Warren. Dia disewa oleh PEF (Palestine Exploration Fund) di London yang baru saja didirikan pada 1865 untuk melakukan penggalian di Yerusalem. Dia dan timnnya melalukan penggalian untuk menemukan lokasi-lokasi asli dari beberapa tempat yang dianggap suci, utamanya istana Salomo dan bukit Kalvari. Singkatnya, dalam penggalian yang dilakukan, Warren menemukan sebuah terowongan kuno yang mengarah pada sebuah terowongan vertikal kuno yang menjadi pusat untuk membagi-bagi air ke bagian persediaan air di kota dan menghubungkannya dengan terowongan berliku-liku yang terkenal dengan nama Terowongan raja Hizkia atau terowongan Siloam. Ketika terowongan itu terus digali, maka penggalian itu menjadi sebuah penemuan baru yang menghebohkan sehingga kemudian muncul istilah ‘Warren Shaft’. Dari penemuan itu kemudian muncul pemikiran tentang bagaimana orang-orang di dalam kota Yerusalem mendapatkan akses untuk memperoleh persediaan air dari sumber di luar dinding kota pada era raja Daud, yaitu dengan  dengan menarik air melalui terowongan vertikal (seolah-olah seperti di sumur).

Penggalian yang dilakukan Warren ini memiliki  pengaruh yang besar bagi orang di era itu untuk memahami sejarah kota Yerusalem, termasuk tentang bagaimana cara Daud mengalahkan kota Yerusalem itu. Tidak heran seorang sarjana W.F. Birch menuliskan bahwa ‘satu kata Ibrani, tsinnor, melalui penggalian yang dilakukan Warren, memudahkan kita untuk mengerti sebuah bagian Alkitab yang paling kabur dan membingungkan, serta untuk menelusuri jalur yang dipakai Yoas untuk memperoleh akses masuk ke benteng Zion’.

Bersambung……………

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community