Bahasa PL-2 : Bahasa Ibrani-2 (Bag 2)

Posted on 08/02/2015 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/ Bahasa PL-2 : Bahasa Ibrani-2 (Bag 2)

 Lazim juga dijumpai ungkapan-ungkapan elipsis (penghematan kata), di mana makna dari satu kalimat terletak hanya pada satu kata dari kalimat itu. Misal Yesaya 42:2 dalam bahasa Ibrani, kata ‘suara’ dihilangkan setelah ‘menyaringkan’. Walaupun dijumpai petunjuk yang sangat dini tentang perubahan-perubahan semantis dalam PL (1Sam. 9:9), toh bukti-bukti terlalu sedikit untuk menyatakan bahwa bahasa Ibrani mengalami perubahan dalam perjalanan waktu. Sangat mungkin bahasa PL direvisi menjadi bahasa baku, barangkali bentuk bahasa yang dipakai di Yerusalem sebelum Pembuangan. Sisa-sisa bahasa daerah masih terdapat dalam beberapa kitab, mis Rut dan 2 Raj, dan sisa-sisa bahasa sehari-hari kemudian terdapat dalam Est, Taw dll. Memang tidaklah mudah mengenal kata-kata yang dipinjam dari bahasa-bahasa serumpun. Mis hekhal, Bait Allah, dari bahasa Akad ekallu, istana, berasal dari bahasa Sumer a-gal, rumah besar; ‘argaman, ungu, dari bahasa Het.

Penemuan banyak naskah dalam bahasa-bahasa kuno yang serumpun, menambah pengertian tentang beberapa masalah yang sudah lama dipersoalkan. Sayang ada bahayanya: ada ahli-ahli yang karena demikian terpacu oleh penemuan tersebut, tergesa-gesa mengemukakan usul-usul yang melanggar kaidah bahasa Ibrani mengenai dua arti (ambiguitet). Mis, terjemahan modem Alkitab dalam bahasa Inggris, New English Bible, sering menafsirkan bahasa Ibrani menurut bahasa Arab, yang mengakibatkan kekeliruan (lih J. Barr, Comparative Philology and the Text of the Old Testament, 1968). Perbedaan-perbedaan besar antara bahasa Ibrani dan bahasa lainnya yang serumpun, sebagian besar berkaitan dengan perubahan anti yang terjadi dalam kata-kata, yang mengakibatkan usaha untuk memberi makna tertentu atas dasar etimologis kepada kata-kata dalam bahasa Ibrani yang jarang muncul, menjadi cenderung keliru.

Banyaknya Kitab-kitab PL bergaya sastra yang tinggi, menunjukkan bahwa sejak dini telah ada model-model karya sastra yang tinggi derajatnya. Dalam sastra Asia Barat Kuno, ada contoh-contoh gaya bahasa yang tinggi yang masih dipakai beberapa abad kemudian. Ahli-ahli telah banyak menulis tentang penyimpangan dalam gaya bahasa Ibrani, namun tidak ada faedahnya karena tidak ada ukuran yang tepat.

Sekarang telah jelas diketahui, bahwa pengaruh bahasa Ibrani atas bahasa Yunani PB tidaklah sebanyak yang diduga oleh banyak ahli. Walaupun demikian bb Ibrani meninggalkan cirinya baik dalam perbendaharaan kata maupun sintaksis dari bahasa Yunani PB. Ada banyak kata yang dipinjam dan banyak pula terjemahan pinjaman, mis hilasterion bagi tutup tabut perjanjian yang diperciki darah pada Hari Raya Pendamaian. Juga ungkapan seperti ‘Diberkatilah engkau di antara (harfiah: di dalam) semua perempuan’, di sini bahasa Yunani mengikuti bahasa Ibrani dalam penggunaan kata depan.

Pengaruh bahasa Ibrani atas karya-karya sastra Eropa tak dapat dihitung, kendati banyak di antaranya secara tidak langsung terjadi lewat Vulgata.

Sumber: Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (Software Sabda 4)

DTS

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community