PADA HARI APA YESUS KRISTUS MATI?

Posted on 30/03/2014 | In QnA | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/ PADA HARI APA YESUS KRISTUS MATI?

             Minggu yang lalu kita sudah membahas tentang jam berapa Kristus mati. Hari ini kita akan memfokuskan pada hari kematian-Nya. Apakah benar Kristus mati pada Hari Jumat, sebagaimana yang secara tradisional kita percayai dalam perayaan Jumat Agung? Seandainya Kristus mati pada Hari Jumat dan bangkit pada Hari Minggu, bagaimana rentang waktu ini bisa disebut ‘tiga hari tiga malam’?

             Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu memperjelas beberapa hal berikut ini. Pertama, waktu yang tepat dari kebangkitan Yesus. Hampir semua penulis kitab injil mencatat bahwa para saksi mata dari kebangkitan Yesus pergi ke kubur pada hari pertama minggu itu, yang dalam kalender internasional identik dengan Hari Minggu (Mat 28:1-2; Mar 16:2; Luk 24:1). Karena keterangan waktu di teks-teks ini tidak terlalu spesifik, kebangkitan Yesus bisa saja terjadi pada dini hari atau segera sesudah pukul 6 pagi. Manapun yang kita pilih tidak akan terlalu berpengaruh pada upaya rekonstruksi waktu kebangkitan, karena dalam perhitungan jam Yahudi, kedua kemungkinan tersebut tetap dianggap satu hari sesudah Sabat.

Kedua, jarak antara kebangkitan dan kematian. Tuhan Yesus beberapa kali memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati selama tiga hari tiga malam (Mat 12:40). Pada hari yang ketiga Ia akan bangkit kembali (Mat 16:21; 17:23; 20:19; Luk 9:22; 18:33; 1 Kor 15:4). Beberapa teks lain mencatat bahwa kebangkitan terjadi setelah hari ke-3, bukan pada hari ke-3 (Mar 8:31; Mat 12:40), namun dalam perhitungan waktu Yahudi perbedaan antara ‘setelah’ atau ‘pada’ hari ketiga tidaklah seberapa penting. Keduanya bisa merujuk pada rentang waktu yang sama. Alkitab banyak memberikan contoh bahwa ‘tiga hari tiga malam’ tidak identik dengan 3 x 24 jam. Misalnya, Ratu Ester pernah memerintahkan bangsa Israel di pembuangan untuk berpuasa tiga hari tiga malam, setelah itu ia akan mempertaruhkan nyawanya untuk menghadap raja (Est 4:16). Ternyata pada hari yang ketiga, Ester sudah menghadap raja (5:1). Contoh lain yang mirip dengan hal ini dapat dibaca di Kejadian 42:17-18 dan 1 Sam 30:12-13.

Jika tiga hari tiga malam dapat merujuk pada rentang waktu yang lebih pendek daripada 3 x 24 jam, tidak ada alasan untuk menolak bahwa Yesus Kristus mungkin saja mati pada Hari Jumat. Dalam hal ini kita perlu mengingat pembahasan di minggu lalu, yaitu bahwa satu hari dihitung 12 jam (Yoh 11:9), dari pukul 6 pagi sampai pukul 6 petang. Perhatikan perhitungan hari di bawah ini:

Yesus Kristus mati pada Jumat siang (Mar 15:25; Yoh 19:14) --- hari ke-1

Antara pukul 6 petang di Hari Jumat sampai pukul 6 petang di Hari Sabtu --- hari ke-2

Seusai pukul 6 petang terhitung hari selanjutnya --- hari ke-3

Dari pembahasan di atas terlihat bahwa menurut cara perhitungan waktu/hari orang-orang Yahudi pada waktu itu, tidak ada masalah sama sekali untuk menerima kematian Yesus Kristus pada Hari Jumat. Kita tidak perlu memundurkan waktu kematian Kristus supaya bisa mencapai rentang waktu tiga hari tiga malam seperti dalam pemikiran modern.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community