Hanya kepercayaan kepada rahmat Allah lah yang memberi kepastian tentang keselamatan

Posted on 02/11/2014 | In Teaching | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/ Hanya kepercayaan kepada rahmat Allah lah yang memberi kepastian tentang keselamatan

Pada umumnya ada dua hal yang harus kita perhatikan dalam hal ini, yaitu supaya kehormatan Tuhan tetap utuh, dan supaya hati nurani kita mempunyai ketenangan yang ketentraman teduh menghadapi peradilanNya.

Demikianlah pastinya: kita tidak akan bermegah di dalam Dia dengan sebenarnya, sebelum kita melepaskan sama sekali kemegahan kita sendiri. Manusia tidak bisa mengaku secuil pun kebenaran sebagai miliknya tanpa menghina Allah, sebab sebanyak itu pula yang bakal terambil dan tertanggal dari kemuliaan kebenaran ilahi.

Jika kita selanjutnya menanyakan, dengan cara apa hati nurani dapat ditenangkan di depan Allah, maka kita tak akan menemukan cara lain kecuali bahwa kita diberi kebenaran sebagai anugerah Allah semata-mata.

Alkitab memperlihatkan bahwa janji-janji Allah tidaklah pasti kecuali jika diraih oleh hati nurani dengan kepercayaan yang kokoh. Kalau ada keraguan atau kebimbangan, kata Alkitab janji-janji itu hilang dayanya; dikatakannya pula bahwa janji-janji itu goyah dan tak pasti jika bertumpu pada perbuatan-perbuatan kita. Jadi kita harus memilih: kebenaran kita binasa atau perbuatan-perbuatan kita tidak diperhitungkan. Dalam hal ini, hanya imanlah yang mendapat tempat, yang membuat orang memasang telinga dan menutup mata, artinya hanya memperhatikan janji dan menjauhkan pikiran dari segala martabat atau jasa manusia.

Jadi mereka yang meracau bahwa kita dibenarkan oleh iman karena setelah dilahirkan kembali, kita menjadi benar dengan menjalani hidup rohani, mereka itu belum pernah mengenyam kemanisan rahmat, sebab mereka sampai berpikir bahwa Allah akan bersikap rela terhadap mereka. Hendaklah orang-orang percaya menganggap pasti bahwa harapan mewarisi kerajaan sorgawi hanya mempunyai dasar ini: karena menjadi anggota tubuh Kristus, mereka dianggap benar oleh rahmat Allah. Sebab sejauh menyangkut pembenaran, iman adalah sesuatu yang pasif semata-mata, yang tidak menyumbangkan apa-apa dari diri kit sendiri untuk memperoleh anugerah Tuhan, tetapi hanya menerima dari Kristus apa yang tidak ada pada kita.

 

Sumber: Institutio (Yohanes Calvin)

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community