God had planned our days before we were born (Yeremia 1:4-10)

Posted on 23/06/2013 | In Teaching | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/God-had-planned-our-days-before-we-were-born-(Yeremia-1-4-10).jpg God had planned our days before we were born (Yeremia 1:4-10)

Saudara, hal terbaik apa yang dibutuhkan oleh manusia (khususnya orang percaya) ketika situasi kehidupan semakin sulit dan beban hidup yang semakin menekan? Mungkin mayoritas kita akan menjawab percaya kepada Allah adalah hal terbaik yang dibutuhkan manusia. Tetapi sesungguhnya jawaban itu tidak akan cukup bagi kita untuk bisa tenang di tengah-tengah kesulitan hidup. Pengharapan hanya bisa diperoleh ketika kita mengerti dengan benar, Allah seperti apa yang kita percayai?

Allah yang Alkitab nyatakan adalah Allah yang berdaulat atas seluruh ciptaan, Allah yang mengontrol jalan hidup setiap manusia, dan memelihara dengan sempurna setiap ciptaan-Nya, sehingga tidak ada satu pun peristiwa dalam sejarah dunia yang terjadi di luar kendali Tuhan. Keyakinan yang kokoh terhadap kebenaran ini akan memampukan kita untuk melewati segala keadaan hidup dengan penuh pengharapan.

Kontrol pemeliharaan Tuhan terhadap orang percaya merupakan hal yang biasa berlaku, namun bagaimana dengan orang – orang yang belum percaya (kafir), dalam kisah yang akan kita pelajari hari ini, kita melihat tindakan Allah mengontrol kehidupan orang – orang kafir yang terdapat dalam Daniel 4:34 - 35

Isi:

Tujuan utama dari Kitab Daniel adalah menunjukkan kedaulatan TUHAN atas dewa-dewa kafir. Kemenangan bangsa kafir atas bangsa Yehuda merupakan cara TUHAN menghukum umat-Nya. Namun, TUHAN tetap lebih besar daripada dewa-dewa kafir. Bangsa-bangsa kafir dinubuatkan akan muncul (pasal 4-5, 8, 11), namun mereka semua pada gilirannya akan dihukum oleh TUHAN.

Penghukuman Tuhan terhadap bangsa kafir dan pemeliharaan Tuhan terhadap umat percaya merupakan hal yang lumrah dan lazim terjadi. Namun, dalam Daniel 4:34-35 kita akan melihat penghukuman dan kontrol pemeliharaan Allah berlaku bagi orang kafir. Kontrol pemeliharaan Allah terhadap orang kafir terlihat jelas dalam tindakan Allah menyembuhkan kesehatan Nebukadnezar (34). Apa saja hal – hal penting yang dapat kita pelajari dalam bagian ini?

Allah mengontrol mutlak kehidupan manusia, termasuk orang kafir

Siapakah Nebukadnezar? Nama dari Nebukadnezar berarti "Ya Tuhan Nabu, selamatkan anak sulung saya". Nabu adalah dewa kebijaksanaan Babel, putra Marduk (dewa pelindung kota Babilonia). Marduk adalah dewa tertinggi dan pelindung bangsa Babel.Nebukadnezar sendiri adalah anak tertua dari Nabopolassar. Ia melanjutkan pekerjaan yang ayahnya mulai yaitu membangun kota Babel. Nebukadnezar dikenal sebagai raja yang berhasil membawa bangsa Babel kepada puncak kejayaan.

Apa yang terjadi dengan Nebukadnezar di awal Pasal 4? Ia bermimpi: Ada pohon yang tumbuh besar dan kuat bahkan tingginya sampai ke ujung langit kemudian ada seorang penjaga yang menebang pohon tersebut dan menyisakan tunggul. Bagian atas tunggul tersebut diikat dengan besi selama 7 masa.

Makna mimpi Nebukadnezar: Pohon yang tumbuh besar dan kuat bahkan tingginya sampai ke ujung langit itu menggambarkan Kerajaan Babel akan menjadi kerajaan yang masyur dan mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Nebukadnezar.  Seorang penjaga yang menebang pohon dan menyisakan tunggulnya itu menggambarkan Tuhan akan menghukum Nebukadnezar dengan menjadikannya layaknya seekor binatang secara fisik seperti manusia srigala (lycanthopy) namun secara perilaku seperti lembu (boanthropy) dan penyakit yang dialami oleh Nebukadnezar itu akan berlangsung selama 7 masa.

Apa penyebab Nebukadnezar dihukum Tuhan? Di dalam Daniel pasal 4 ayat yang ke 30 kita melihat kecongkakan dari Nebukadnezar:

berkatalah raja: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?”

di dalam ayat tersebut terlihat sekali kecongkakan dari Nebukadnezar. Dia merasa semua keberhasilan yang diraih oleh Babel selama masa pemerintahannya itu karena hasil usahanya sendiri.

Sikap congkak merupakan sikap yang sangat dibenci oleh Tuhan, sehingga akhirnya Tuhan menyatakan kedaulatanNya atas Nebukadnezar dan menghukumnya sesuai waktu yang ditentukanNya.

Di tengah pengukuman yang dinyatakan Allah, namun Allah tetap mengontrol kehidupan Nebukadnezar. Ada beberapa frasa menarik terkait ayat 34:

4:34 "setelah lewat waktu yang ditentukan"

keunikan dalam bagian ini menegaskan bahwa Allah mengendalikan kondisi dan penyembuhan Nebukadnezar. Meski Nebukadnezar merupakan seorang yang belum percaya Yahweh, Allah tetap menggenapi janjiNya atas hidup Nebukadnezar. Kontrol pemeliharaanNya tidak terbatas hanya untuk umatNya.

"aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit" Ini adalah cara simbolis untuk merujuk pada pengakuannya akan Allah (lih. ay 36) dan kedaulatan-Nya (lih. ay 34-35). Tidak hanya menyembuhkan kesehatan Nebukadnezar, tetap

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community