Apakah Perbedaan Antara Setan, Iblis, Lucifer, Roh-Roh Jahat, Hantu, dsb.?

Posted on 09/08/2015 | In QnA | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/apakah_perbedaan_antara_setan_iblis_dan_rohjahat.jpg Apakah Perbedaan Antara Setan, Iblis, Lucifer, Roh-Roh Jahat, Hantu, dsb.?

Pertanyaan ini memang layak untuk diungkit ke permukaan. Ada begitu banyak istilah yang muncul. Beberapa versi Alkitab bahkan kadangkala memberi terjemahan yang tidak seragam dan tidak konsisten untuk masing-masing istilah. Tidak heran, kebingungan dan kerancuan menghinggapi sebagian orang Kristen.

Hal penting yang perlu diketahui adalah fungsi nama dalam budaya kuno. Nama bukan hanya pembeda antara seorang pribadi dengan yang lain. Zaman dahulu nama menyiratkan sesuatu tentang penyandang nama tersebut. Demikian pula dalam kaitan dengan roh-roh jahat.

Istilah pertama yang perlu diketahui adalah diabolos. Secara hurufiah kata ini berarti “penuduh” atau “pendakwa”. Kata ini dalam versi-versi Inggris diterjemahkan “satan” atau “devil” (bdk. Ay 1-2; Why 12:10), tetapi dalam LAI:TB seringkali diterjemahkan “Iblis”. Wahyu 12:9 menjelaskan bahwa Setan (satanas) dan Iblis (diabolos) adalah sinonim, yaitu ular tua (bdk. Kej 3). Pemunculan kata satanas maupun diabolos secara konsisten dalam bentuk tunggal turut memperkuat hal ini. Jadi, sebutan “Setan” atau “Iblis” sebaiknya ditujukan pada pimpinan tertinggi roh-roh jahat.

Istilah lain yang populer adalah Lucifer. Sebutan ini didasarkan pada pemahaman tradisional terhadap Yesaya 14:12. Teks yang ditujukan pada Raja Babel yang sombong ini dipercayai juga mengungkapkan pemberontak Iblis sebagai salah satu penghulu malaikat. Nah, dalam terjemahan Alkitab bahasa Latin yang bernama Vulgata, sebutan “Bintang Fajar” adalah Lucifer. Karena itulah, banyak orang seringkali menggunakan istilah Lucifer untuk penghulu malaikat kegelapan (Iblis atau Setan).

Beelzebul adalah nama lain untuk Iblis atau Setan. Sebutan ini hanya muncul di Alkitab (Mat 10:25; 12:24, 27; Mar 3:22; Luk 11:15, 19, 19). Dari sisi asal-usul, Beelzeboul dikaitkan dengan dewa orang Filistin yang disembah di Ekron (2 Raj 1:2-3, 6). Dalam perkembangan selanjutnya, nama ini sudah umum dikenakan pada penguasa tertinggi dari kerajaan kegelapan. Jadi, Beelzebul, Lucifer, Iblis, dan Setan adalah sinonim.

Istilah yang agak berbeda adalah “roh-roh jahat” (pneuma akatharton, pneuma ponēron, atau daimonion). Nama-nama ini hampir selalu muncul dalam bentuk jamak, dan sering muncul dalam berbagai cerita pengusiran rog-roh jahat di Alkitab (Mat 10:1; Mar 3:11; 5:13; dst). Dengan demikian, kita sebaiknya memahami ini sebagai antek-antek Iblis. Sayangnya, LAI:TB kadangkala menerjemahkannya dengan “setan” (misalnya Mat 7:22 daimonia; Mat 8:16 daimonizomenous), sehingga dengan demikian berpotensi mengaburkankan perbedaan antara penghulu/pemimpin dan para pengikutnya.

Istilah terakhir lebih bersifat lokal (tergantung pada budaya dan tempat). Kita mengenal istilah “kuntilanak”, “vampire”, dsb. Semua ini adalah penggambaran lokal terhadap fenomena supernatural yang mereka alami. Jika dikaitkan dengan istilah-istilah yang ada di Alkitab, kuntilanak dan vampire (atau sejenisnya) sebaiknya dilihat sebagai salah satu manifestasi dari roh-roh jahat.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community