Selain Karena Lelah, Mengapa Esau Ingin Segera Menyantap Sup Kacang Merah Buatan Yakub (Kejadian 25:34)?

Posted on 31/01/2021 | In Do You Know ? | Leave a comment

 Selain Karena Lelah, Mengapa Esau Ingin Segera Menyantap Sup Kacang Merah Buatan Yakub (Kejadian 25:34)?

Setelah Esau pulang dari berburu di ladang dan Yakub sedang memasak (Kej. 25:29), maka Esau yang kelelahan ingin mencicipi masakan yang dimasak Yakub (ay. 30). Kemudian Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah kepada Esau setelah Esau berjanji akan memberikan hak kesulungan kepada Yakub (ay. 31-34). Selain karena lelah (ay. 30), mengapa Esau ingin segera menyantap sup kacang merah buatan Yakub?

Frase “masakan kacang merah” dalam teks Ibraninya nāzîd ádāšîm. Kata nāzîd berarti “pottage” (“sup kental”) dan kata ádāšîm merupakan bentuk jamak dari ádāšāh yang berarti “lentil” (“kacang-kacangan”). Lentil (Lens culinaris) adalah kacang kecil – seperti tanaman tahunan dengan batang ramping dengan lima sampai enam pasang pucuk daun muda lonjong, bunga biru halus atau putih, dan menghasilkan satu buah pipih. Setiap buah kecil berisi satu atau dua biji. Lentil telah dibudidayakan di Timur Dekat sejak zaman kuno dan telah menjadi sumber makanan yang penting, karena mudah tumbuh bahkan di tanah yang buruk. Lentil ditanam di musim dingin dan matang di musim semi. Saat direbus, lentil berubah menjadi cokelat kemerahan. Karena gizinya yang tinggi, lentil merupakan makanan pokok yang penting bagi orang-orang di zaman Alkitab, khususnya untuk orang miskin. Lentil dapat digunakan dalam sup, pasta, atau bubur/sup kental. Oleh karena itu, lentil dimasukkan sebagai bagian dari roti Yehezkiel di mana lentil dicampur dengan sereal untuk pembuatan roti (Yeh. 4:9) (Lytton John Musselman, A Dictionary of Bible Plants, 83, Michael Zohary, Plants of the Bible, 82, Fauna and Flora of the Bible, 134, dan Nahum M. Sarna, Genesis, 182). Pada waktu Yakub memasak sup kacang merah, ia menggiling kulit biji lentil yang keras/tebal agar bagian dalam lentil yang kemerah-merahan nampak dan dapat dimasak dengan cepat. Mengapa hal ini penting? Karena zaman dulu, seseorang memasak dengan menggunakan kayu bakar atau arang untuk apinya (Musselman, A Dictionary of Bible Plants, 84).

Kembali ke pertanyaan awal, mengapa Esau ingin segera menyantap masakan sup kacang merah buatan Yakub? Lentil berguna untuk memuaskan rasa lapar pasukan yang sedang maju (2Sam. 17:28; 23:11). Ketika Esau ingin menyantap masakan Yakub, ia berpikir bahwa sup kacang merah buatan Yakub dapat memuaskan rasa laparnya setelah lelah berburu di padang. Selain itu, Yakub juga memberikan roti kepada Esau. Allah berfirman kepada Yehezkiel agar ia mengambil kacang merah kecil sebagai salah satu bahan untuk dibuat roti dan roti inilah yang membuatnya bertahan selama 390 hari (Yeh. 4:9). Kali ini kacang merah bukan sebagai salah satu bahan roti, tetapi disajikan bersama roti, maka mungkin sekali roti dan sup kacang merah buatan Yakub merupakan makanan yang memberikan kekuatan bagi Esau agar Esau dapat melakukan aktivitasnya beberapa hari ke depan (Kenneth A. Mathews, Genesis 11:27-50:26, 395).

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community