Seberapa buruk “ampas” yang seharusnya menjadi makanan babi, tetapi dimakan oleh anak bungsu yang sedang bekerja di rumah majikan tertentu (Luk. 15:16)?

Posted on 02/05/2021 | In Do You Know ? | Leave a comment

 Seberapa buruk “ampas” yang seharusnya menjadi makanan babi, tetapi dimakan oleh anak bungsu yang sedang bekerja di rumah majikan tertentu (Luk. 15:16)?

Setiap kita pasti sering makan makanan yang enak, namun hampir tidak ada dari kita yang makan makanan yang tidak layak dimakan. Di Alkitab, ada satu orang yang makan makanan yang tidak layak dimakan, yaitu seorang anak bungsu yang melarikan diri dari rumah ayahnya dan sedang bekerja di rumah majikan tertentu sedang makan makanan babi yaitu ampas. Seberapa buruk “ampas”?

Kata “ampas” dalam teks Yunaninya keration yang secara harfiah berarti “tanduk kecil” (Fauna and Flora of the Bible, 103). Kata ini berarti husk (lapisan luar yang kering dari beberapa buah atau biji) (YLT, KJV, NJB) atau pods (polong) (ESV, NASB, NKJV, NRSV, NLT, dan RSV). Kata ini merupakan satu-satunya kata yang muncul di Alkitab (hapax legomenon). Kata ini merujuk pada buah pohon carob (pohon Arab kecil yang selalu hijau dengan polong panjang berwarna ungu kecoklatan yang bisa dimakan; Ceratonia siliqua). Pohon Carob tersebar luas di sekitar Mediterania, namun asal mulanya belum diketahuinya. Pohon carob mungkin berada di iklim yang lebih panas dan lebih kering dari tempat carob biasanya ditemukan saat ini. Pohon carob yang secara umum ditemukan di Dataran Pesisir dan kaki bukit yang berdekatan, dan di lereng timur Galilea dan Samaria ini memiliki ketinggian 9 meter. Batang pohon ini sering berbonggol dan bercabang padat di atasnya hingga membentuk mahkota bulat hingga agak lonjong. Daunnya mirip dengan pohon ash (pohon dengan kulit kayu abu-abu keperakan dan daun majemuk). Bunganya kecil berwarna kuning atau merah dan buahnya matang pada bulan April dan Mei (Michael Zohary, Plants of the Bible, 63 dan Fauna and Flora of the Bible, 104).

Kelopak dari pohon carob berbentuk seperti tanduk kecil dengan panjang 15-25 cm dan lebar 2,5-3,7 cm. Ketika kelopak ini matang, maka kelopak ini memiliki kandungan sirup yang kaya yang membuatnya menjadi makanan yang berharga dan bergizi untuk ternak dan babi. Sekarang, seperti dulu, buah pohon carob juga dimakan oleh orang-orang miskin (Fauna and Flora of the Bible, 103-104). Buahnya berbentuk panjang, polong pipih dan berisi banyak biji kecil yang dipisahkan di dalam buah oleh dinding bergetah yang merupakan sumber banyak gula dan karbohidrat lainnya (Lytton John Musselman, A Dictionary of Bible Plants, 33). Rasa buah ini pahit dan sebenarnya tidak dapat dimakan (Darrell L. Bock, Luke Volume 2: 9:51-24:53, Baker Exegetical Commentary on the New Testament, 1311). Di dalam cerita Anak yang Hilang, carob menjadi makanan babi. Dari sini, kita dapat mengerti bahwa anak bungsu ini memakan makanan babi yang pahit rasanya dan tidak cocok dimakan oleh manusia.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community