Prayer and obedience (1Petrus 3:8-12)

Posted on 25/08/2013 | In Teaching | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/Prayer-and-obedience-(1Petrus-3-8-12).jpg Prayer and obedience (1Petrus 3:8-12)

Pendahuluan

Dalam bagian-bagian sebelumnya, Petrus telah menyatakan tentang tanggung jawab orang percaya dalam berbagai relasi, yaitu: tanggung jawab dalam relasi dengan masyarakat sekitar- 1Pe 2:11-12 

Secara khusus dalam bagian yang kita baca (3:8-12), Petrus juga masih berbicara tentang tanggung jawab orang percaya dalam relasi antar sesama saudara seiman dalam Kristus. 

[dalam ayat 10-12, Petrus memberikan alasan terkait dengan tanggung jawab di antara saudara seiman, dan itu sangat berkaitan dengan teologi tentang doa. Tetapi sebelumnya, mari kita terlebih dahulu mempelajari apa yang menjadi tanggung jawab orang percaya terhadap saudara seiman]

Tanggung jawab terhadap sesama (8-9)“pada akhirnya”

 Ini adalah sebuah ungkapan yang berarti "jumlah seluruhnya," bukan untuk seluruh surat, tetapi dari satu konteks tertentu (bdk: 2:11-12, 13-17,18-25; 3:1-7, 8-22). "seia sekata" homoprhon(NASV: "harmonious" KJV: “one mind”)

Kesatuan hidup orang percaya sangat jelas terlihat dalam kehidupan  gereja mula-mula di Yerusalem Ac 4:32. Bagaimana kita bisa memiliki  "oneness of mind"?

  1. “oneness of mind” dapat terwujud jika setiap kita bersedia dan tunduk pada kehendak Allah.
  2. kita semua mau menjadikan kehendak Allah sebagai kehendak kita  dan tujuan-Nya menjadi tujuan kita juga.
  3. kita semua mau meneladani cara hidup Kristus Jn 5:30 

“seperasaan”   (NASV:"sympathetic")

Secara harafiah adalah kata majemuk sun (dengan) dan paschō (menderita). Dari kata ini kita mendapatkan istilah "simpati." Ini berarti memiliki belas kasihan, perasaan tertekan terhadap penyakit orang lain. Juga memiliki sikap yang  digerakan oleh pergumulan orang lain, misalnya, masalah kesehatan, kesulitan ekonomi, dll. Ini adalah sikap yang juga telah diteladankan oleh Kristus, selama pelayanan-Nya di Dunia, - Mt 9:35-36 

  1. "mengasihi saudara-saudara”
  2. Secara harfiah adalah kata majemuk philos (kasih) dan adelphos (saudara). Hal ini mencerminkan perintah Yesus dalam Yoh 13:34; I Yoh 3:23; 4:7-8,11-12,19-21. Ini adalah atribut yang esensial jika kita ingin untuk: bertumbuh dalam anugerah dan pengenalan akan Kristus- 2Pe 1:7-8. Kesaksian bagi dunia bahwa kita adalah sungguh-sungguh murid Yesus Jn 13:35. Apakah saudara mengasihi saudara seiman? Jika tidak, Saudara tidak mungkin mengasihi Allah! - 1Jn 4:20, bahkan tidak mengenal Allah! - 1Jn 4:7-8. Ada satu cara untuk mengetahui, apakah saya mengasihi saudara? Tanyakan pada diri sendiri:  "adakah saya mengenal saudaraku?" Jika tidak, bagaimana saya bisa berkata bahwa saya adalah eorang yang mengasihi saudaraku?

"penyayang" (NASV: "kindhearted")

Kata ini mengajak orang percaya untuk memiliki "perasaan yang baik" terhadap satu sama lain. Lawan dari kata ini adalah "berhati dingin," yang tidak peka, dengan kebutuhan dan perasaan orang lain. Ketika awalnya kita adalah “berhati dingin” tapi dalam Kristus kita bisa dan harus mengalami transformasi untuk bertumbuh dalam “perasaan yang baik” bagi orang lain. Bdk: Ep 4:22-24, 31-32; Col 3:8-10,12 

"rendah hati” (NASV: "humble in spirit")...

Ini adalah kata majemuk tapeinos (rendah hati) dan phrēn (berpikiran). Kata ini digunakan dalam Kis 20:19; yang berarti        kebalikan dari kesombongan diri dan kebanggaan yang egosentris. Orang Kristen harus meniru Tuhan dan Juruselamat mereka, dan tidak berpikir terlalu tinggi dari diri mereka sendiri bahwa mereka tidak bisa bersikap baik dan sopan kepada orang lain - bdk. Php 2:3-5

"membalas yang jahat dengan berkat"

Ketika seorang saudara berbuat kejahatan kepada kita, maka kita harus meresponinya dengan sikap yang benar. Meskipun hal ini mungkin bertentangan "sifat manusia," Petrus memberikan dua alasan mengapa kita bereaksi dengan cara ini, yaitu kita dipanggil untuk meneladani Kristus 1Pe 2:21-23, dan kita dipanggil untuk menerima berkat dari Allah.

Ini adalah enam tugas yang kita memiliki antara satu dengan yang lain. semuanya adalah bagian tentang apa yang merupakan karakter seperti Kristus dan kita harus bertumbuh sebagai Murid-Nya.

Diselamatkan,bukan akhir dari rencana Tuhan untuk kita, Dia akan memproses kita menjadi seperti Anak-Nya (bdk: Ro 8:29). Terkait dengan panggilan ini maka Petrus mengutip Mazmur 34 untuk memotivasi orang percaya.

Alasan untuk taat:(10-12)

"Menikmati hidup dan melihat hari-hari yang baik”

Semua orang ingin menikmati hidup dan mengalami hal itu dari hari ke hari, tapi terlalu sering, banyak orang membuat hidup mereka sendiri sengsara sikap hidup yang tidak benar. Terus-menerus mengeluh, membalas dengan kejahatan dengan kejahatan, mereka hanya memperburuk situasi.

Tetapi Daud dalam Mazmurnya memberikan kunci untuk menikmati hidup, yakni Menjaga lidahnya dari kejahatan dan ucapan yang menipu. tidak terlibat dalam fitnah, gosip, mengeluh, berbohong ngomong kotor, dll. Hal-hal ini tidak akan membuat hidup menjadi lebih baik,tetapi semakin merusak keadaan. Melakukan yang baik  serta mencari perdamaian.

Melakukan hal-hal baik yang telah dinyatakan di ayat 8-9, dan Sebagaimana Kristus datang untuk membawa damai maka setiap orang percaya bertanggung jawab untuk mengusahakan perdamaian dengan sesamanya. Jika kita bergairah untuk melakukan kebaikan, perdamaian akan mengejar kita Michaels, JR

Allah merespon doa kita - 1Pe 3:12

Hanya dengan mentaati Allah, kita dapat memastikan bahwa Mata-Nya yang penuh anugerah akan mengawasi kita, dan telinga-Nya akan terbuka untuk doa yang kita panjatkan dengan suatu hasrat yang besar untuk mendapatkan jawaban ya dari Tuhan. (deesis). Di sisi lain, wajah Tuhan menentang mereka yang berbuat jahat, dan tidak akan mendengar doa-doa mereka. Penekan dari sisi yang sebaliknya terkait dengan respon Tuhan terhadap doa-doa kita menunjukan suatu penegasan yang harus diperhatikan secara serius.

Aplikasi:

  1. Jadi jika kita ingin Tuhan untuk mengawasi kita, jika kita ingin Dia memperhatikan doa kita, mari kita pastikan untuk memenuhi kewajiban kita satu sama lain sebagai saudara dalam Kristus.
  2. Dengan demikian, kita akan menikmati hidup dengan sukacita dan menikmati segala kebaikan yang Tuhan telah sediakan.
  3. Doa adalah olahraga spiritual yang melaluinya kita melatih dan mempraktekan kesalehan hidup.
https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community