One Way: Jesus (Yohanes 14:1-6)

Posted on 18/05/2014 | In Teaching | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/One-Way-Jesus-(Yohanes-14-1-6).jpg One Way: Jesus (Yohanes 14:1-6)

Konteks dari teks ini menunjukan bahwa dialog Yesus dan murid-murid-Nya ini merupakan waktu-waktu terakhir Yesus bersama para murid. Tidak lama lagi dikhianati, dilecehkan , disiksa , dan akhirnya disalibkan. Ini adalah waktu di mana  kesebelas murid Yesus berada dalam emosi yang penuh tekanan. Mereka sudah meninggalkan segala sesuatu demi mengikuti Guru yang mereka kasihi, namun mereka dengar dari mulut Yesus sendiri  bahwa Ia akan pergi meninggalkan mereka. Di bagian sebelumnya Yesus menubuatkan Petrus akan menyangkali Yesus, ini membuat para murid berada dalam kecemasan yang besar. Bagaimana mereka bisa menghadapi hal besar ini?

Teks yang kita baca hari ini menjadi teks penghiburan yang memberikan ketenangan bagi para murid. Martin Luther menyebut bagian ini "Khotbah terbaik dan paling menghibur yang pernah disampaikan Tuhan Yesus di bumi. Harta  dunia tidak dapat membelinya." Ayat-ayat ini menjadi dasar untuk tetap tenang bukan hanya untuk para murid ini, tetapi juga bagi kita. Jika Saudara sedang berada pada titik dalam hidup saudara di mana saudara berpikir habis sudah hidupmu, tidak ada lagi tempat di mana saudara bisa tenang. Saudara akan menemukan suatu ketenangan di dalam Yohanes 14:1-6.

Kita bisa percayai kehadiran-Nya

"Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku." Kedua kata ‘percayalah’ dalam ay 1b ini, dalam bahasa Yunaninya bisa diterjemahkan sebagai indicative / pernyataan (‘Kamu percaya kepada Allah / Aku’) atau imperative / perintah (‘Percayalah kepada Allah / Aku’). KJV menterjemahkan yang pertama sebagai pernyataan, dan yang kedua sebagai perintah. KJV: ‘Ye believe in God, believe also in me’ (Engkau percaya kepada Allah, percaya jugalah kepadaKu).

Yesus tidak sedang berbicara tentang iman yang menyelamatkan. Dia tidak mengatakan mereka harus percaya kepada-Nya agar diselamatkan; mereka sudah percaya kepada-Nya. Dia menggunakan bentuk kata kerja linear , yang berarti  "Teruslah percaya Aku . Teruslah percaya Aku seperti kamu sudah mempercayai Tuhan, meskipun Ia tidak terlihat.

Dengan kata lain Yesus ingin mengatakan bahwa, "Percayalah pada Tuhan , meskipun kamu tidak dapat melihat-Nya. Kamu  juga harus percaya kepada-Ku. Tetaplah percaya. Imanmu di dalam Aku tidak boleh berkurang hanya karena kamu tidak akan melihat Aku lagi. Aku masih akan hadir di tengah-tengah-Mu. "Dia ingin para murid untuk memahami bahwa meskipun Ia meninggalkan mereka secara fisik, namun Ia akan tetap hadir bersama dengan mereka secara rohani . Dia akan pergi, tetapi mereka tetap memiliki dan akan selalu memiliki akses kepada Allah.

Ulangan 31:6 mengatakan “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau." Itulah iman orang Yahudi, mereka mempercayai kemahahadiran Allah. Meskipun mereka belum pernah melihat bentuk-Nya, semua orang Yahudi percaya bahwa Tuhan selalu hadir. Sejarah mereka adalah bukti penyertaan-Nya yang kekal . Yesus memberi pesan bagi para murid untuk mempercayai-Nya bahkan ketika Ia tidak hadir secara fisik. Gembala yang baik yang sudah kita ikuti dengan meninggalkan segalanya tetap hadir dan memberikan semua yang kita butuhkan untuk hidup bagi-Nya dan meneruskan pekerjaan-Nya.

Mungkin kita tengah hidup dalam berbagai konflik, kekecewaan, dan rasa sakit. Ingatlah bahwa Ia Sang Gembala Agung tetap bersama kita. Apapun masalahmu, sesulit apapun keadaanmu, bagaimanapun kecemasan atau kebingungan yang engkau miliki, ingatlah Tuhan sendiri ada di sini bersama Engkau. Dia memang tidak terlihat, karena Dia tidak terhalang oleh keterbatasan tubuh fisik. Dia bisa di mana pun kita membutuhkan Dia. Sementara Dia berada di bumi , Dia bisa berada di satu tempat pada satu waktu . Dia sekarang selalu ada untuk semua orang percaya di manapun.

Kita bisa percayai janji-Nya

Hal kedua yang diberikan bagi para murid untuk memberikan ketenangan bagi mereka adalah janji-Nya.  Dia memberikan janji indah . "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Yesus ingin mereka tahu bahwa Dia tidak pergi untuk mengelabui mereka. Mereka memiliki banyak prasangka dan kesalahpahaman yang perlu dikoreksi, mereka berharap untuk selamanya bersama Yesus. melalui janji-Nya Yesus justru memberi tahu mereka bahwa kebersamaan itu akan terealisasi, namun tempatnya bukanlah di sini. Tempatnya adalah sebuah tempat yang permanen yaitu di surga. Kepergian-Nya akan membuat harapan tinggal bersama terealisasi." Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu." Inilah cara Tuhan menghibur para murid, bahwa Ia bukannya menjauh dari mereka, namun Dia akan menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk mereka!

King James Version menerjemahkan ayat ini, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal." Tidak sedikit orang yang memahami secara salah bahwa Sorga dipenuhi dengan rumah-rumah besar. Beberapa orang  berpikir bahwa ketika tiba di surga kita akan disambut oleh penjaga  real estate surgawi, yang akan membagikan peta kecil supaya bisa sampai ke rumah yang tepat.

Dalam budaya Yesus, ketika seorang anak menikah, ia jarang meninggalkan rumah ayahnya. Ia hanya akan menambahkan ruangan di samping rumah ayahnya . Jika ayah memiliki lebih dari satu anak, ia akan menambahkan rumah di sebalahnya lagi. Terlihat seperti rumah yang bersayap. Setiap rumah baru akan membuat teras di tengah untuk kebersamaan. Mereka memiliki rumah yang berbeda-beda, namun memiliki tempat untuk kebersamaan. Inilah “tempat tinggal” yang dimaksudkan oleh Yesus. tidak sedang berbicara tentang villa-villa di lereng surga, melainkan tempat tinggal yang meliputi keluarga lengkap Allah. Akan ada cukup ruang untuk semua orang . Tidak akan ada kepadatan penduduk. Surga adalah tempat yang besar, tetapi tetap ada persekutuan yang intim.

Wahyu 21:-3 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dia ada di sana, di antara umat-Nya tinggal dengan mereka dalam persekutuan tanpa hambatan dan  terputus.

Yohanes melanjutkan di ayat 4: Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Bapalah yang akan mengurus semua kebutuhan anak-anak di rumah-Nya . Tidak ada lagi yang kita perlu , tidak ada lagi  yang kita  inginkan. Ada  Bapa di sana,  ada Juruselamat saya di sana, Ada rumah saya di sana, ada  nama saya di sana, ada hati saya ada, ada warisan saya di sana dan kewarganegaraan saya ada di sana. Surga menjadi tempat yang indah dan mulia yang tak terlukiskan .

“Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu“(Ay 2).  Dengan kata lain Ia mau mengatakan, " Percayalah janji saya! Saya selalu mengatakan yang sebenarnya . Dia melanjutkan, " Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Ini  jaminan yang diberikan kepada para murid yang sedang ketakutan, bahwa Dia akan pergi tetapi Dia akan kembali lagi  untuk membawa  mereka secara pribadi ke tempat yang sudah Dia akan mempersiapkan mereka bagi mereka. Kita dapat memiliki keyakinan penuh bahwa Dia akan datang kembali , meskipun kita tidak tahu kapan . Bahkan , Yesus sendiri sangat menginginkan itu. Terlihat di dalam doa-Nya kepada Bapa  di dalam Yohanes 17:24  “Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Kita bisa percayai orang-Nya

Para murid benar-benar bingung ketika Yesus  berbicara kepergian-Nya, Yesus menambahkan,"Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."(ay 4). Tomas berkata "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" Tuhan , kami tidak tahu ke mana Engkau pergi , bagaimana kami tahu jalan ke situ? " (ayat 5)

Thomas mengatakan," Pengetahuan kita berhenti pada saat kematian. Bagaimana kita bisa pergi kepada Bapa kecuali kita mati? Kau akan mati dan pergi ke suatu tempat, tapi kita tidak tahu apa yang terjadi setelah kematian. Kami tidak memiliki peta untuk bisa sampai kepada Bapa setelah mati."

Jawaban Yesus yang mendalam : " Akulah jalan dan kebenaran dan hidup , tidak ada yang datang kepada Bapa , kalau tidak melalui Aku " (ayat 6). Dengan kata lain, " Kamu tidak perlu tahu bagaimana sampai di sana . Aku datang untuk mendapatkan kamu. " Ini adalah janji yang indah . Pernahkah Anda mengemudi di kota asing kemudian berhenti untuk menanyakan arah? Datang seseorang dan mengatakan “Ikuti saya , saya akan membawa Anda ke sana."  Itulah yang Yesus lakukan ; Dia tidak menunjukkan kepada kita arah ke rumah Bapa, tetapi Dia membawa kita ke sana . Kita  tidak butuh peta karena Yesuslah jalan, kebenaran  dan hidup.

‘Akulah ... kebenaran’. Perlu diperhatikan bahwa Yesus tidak berkata: ‘Aku mengajarkan kebenaran’; Ia berkata: ‘Aku adalah kebenaran’  Bahwa Yesus adalah kebenaran, menjamin bahwa kata-kataNya yang menyatakan diriNya sebagai satu-satunya jalan ke surga, adalah benar!

“Akulah.... hidup " ,  Dia juga satu-satunya sumber dan pemberi kehidupan.

Melalui 3 frase ini : Akulah jalan, kebenaran dan hidup Yesus ingin para murid tahu bahwa Yesuslah orangnya. Yesus satu-satunya pribadi yang dapat dipercaya, dalam keadaan apapun yakinlah bahwa Ia layak dipercaya.

Penutup:

Situasi hidup yang buruk bisa membuat hati terarah pada segunung persoalan yang kelihatannya tidak ada jalan. Namun Firman Allah hari ini memberi tahu kita, bahwa Yesus Dia adalah gembala agung kita. Dia mengerti apa yang kita rasakan. 3 pesan ini yang diberikan kepada para murid-Nya berlaku untuk kita. Percayailah kehadiran-Nya, Ia tetap hadir bersamamu, percayailah janji-Nya, bahwa Ia akan datang membawa kita tinggal bersama dengan-Nya, percayailah bahwa Ia layak dipercaya sebab Dialah jalan, kebenaran dan hidup.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community