Mengapa “Buah Kemiri” Merupakan Salah Satu Hasil Terbaik yang Dibawa Kepada Orang-Orang Mesir (Kej. 43:11)?

Posted on 14/02/2021 | In Do You Know ? | Leave a comment

 Mengapa “Buah Kemiri” Merupakan Salah Satu Hasil Terbaik yang Dibawa Kepada Orang-Orang Mesir (Kej. 43:11)?

Memberikan yang terbaik mungkin sudah pernah kita lakukan, meskipun definisi “yang terbaik” bagi kita beraneka ragam tergantung pada kemampuan kita dan siapa yang akan kita berikan. Yakub pun juga demikian memberikan yang terbaik kepada raja Mesir. Sebelumnya Yakub menyuruh kesepuluh anaknya ke Mesir untuk pertama kalinya untuk membeli gandum dari Mesir (Kej. 42:1-3) karena terjadi kelaparan di Kanaan (ay. 2). Sesampainya di Mesir, Yusuf yang menjadi pejabat Mesir memberikan gandum yang mereka perlukan, namun mereka harus membawa Benyamin, saudara bungsunya ke Mesir (ay. 19-20). Kemudian untuk kedua kalinya, terjadilah kelaparan yang sangat hebat dan gandum yang telah mereka bawa dari Mesir sudah habis (Kej. 43:1-2). Alasan inilah yang mendorong Yakub untuk menyuruh anak-anaknya untuk pergi lagi ke Mesir untuk membeli gandum (ay. 2b). Setelah terjadi perdebatan antara anak-anak Yakub dan ayahnya, Yakub (ay. 3-10), Yakub menyuruh mereka untuk membawa hasil terbaik dari Kanaan, salah satunya “kemiri” (ay. 11). Mengapa “kemiri” termasuk salah satu hasil terbaik dari Kanaan yang hendak diberikan Yakub kepada Yusuf?



“Kemiri” dalam bahasa Ibraninya botnim yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan “pistachio nuts” (ESV dan NASB). Kacang pistachio yang hanya disebutkan di ayat ini merupakan daftar hadiah yang pantas diberikan untuk seorang pria terhormat karena kacang ini dianggap sebagai salah satu buah terlezat di Kanaan. Kacang ini mungkin berasal dari Betonim (Yos. 13:26), daerah suku Gad di selatan Transyordania, daerah yang cocok untuk pistachio. Dalam bahasa Arab, kacang ini disebut butm yang mungkin merujuk pada Pistacia palaestina (Michael Zohary, Plants of the Bible, 65). Pohon kacang ini adalah tanaman asli Asia Kecil, tetapi ditemukan juga di Palestina dan Suriah, terutama di wilayah Damaskus dan Beirut. Tanaman ini tidak tumbuh di Mesir, sehingga kacang pistachio ini cocok diberikan Yakub sebagai hadiah bagi Yusuf di Mesir (Fauna and Flora of the Bible, 165). Pohon ini tumbuh liar di negara-negara semi-gersang di Asia Barat Daya dan di tengah semak belukar kerdil yang mirip stepa (dataran yang kering dan berumput). Pohon ini mungkin diperkenalkan ke Israel dari Suriah atau langsung dari Persia bersama dengan tanaman budidaya lainnya. Pohon ini termasuk pohon yang daunnya gugur setiap tahun dan tinggi pohon ini hingga 30 kaki (David Noel Freedman, ed., The Anchor Bible Dictionary, 2:808). Pohon ini memiliki daun kecil yang batangnya memiliki banyak cabang. Daunnya sendiri terdiri dari 3 sampai 5 daun yang berbentuk seperti kepala tombak dan bulat panjang. Bunga dari pohon ini tidak mencolok dan berkelamin tunggal di mana bunga jantan dan betina di pohon yang berbeda (Freedman, ed., The Anchor Bible Dictionary, 2:808 dan Zohary, Plants of the Bible, 65). Berbeda dengan buah jenis Pistacia vera yang agak besar, buah Pistacia palaestina yang matang pada bulan Oktober ini kecil, memiliki ukuran hampir sama dengan hazelnut, agak panjang, dan berbentuk segitiga. Selain itu, buah ini memiliki bau terpentin (minyak tusam) yang tajam (Freedman, ed., The Anchor Bible Dictionary, 2:808). Berbeda dengan buah Pistacia vera yang rasanya kurang enak, buah Pistacia palaestina ini rasanya enak dan dapat dimakan mentah atau dipanggang dengan merica dan garam (Fauna and Flora of the Bible, 165).

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community