Dari mana Markus mengetahui bahwa ketika Yesus tidak mendapati buah dari pohon ara, ia menyimpulkan “sebab memang bukan musim buah ara” (Mrk. 11:13)?

Posted on 18/04/2021 | In Do You Know ? | Leave a comment

 Dari mana Markus mengetahui bahwa ketika Yesus tidak mendapati buah dari pohon ara, ia menyimpulkan “sebab memang bukan musim buah ara” (Mrk. 11:13)?

Setiap pohon yang berbuah pasti menghasilkan buah, namun waktu menghasilkan buah setiap pohon tidak sama. Ketika ada pohon yang memang belum waktunya menghasilkan buah, maka manusia harus menunggu musim berbuah. Hal inilah yang dikisahkan Markus bahwa ketika Yesus tidak mendapati buah dari pohon ara, Markus menyimpulkan bahwa waktu itu bukan merupakan musim buah ara atau ara itu menghasilkan buah. Pertanyaannya, dari mana Markus mengetahuinya? Sebelumnya kita akan belajar sedikit tentang pohon dan buah ara, kemudian kita akan belajar musim buah ara.

Pohon ara (Ficus carica) adalah tanaman asli Asia Barat khususnya dari cekungan Mediterania, namun pohon ini merupakan pohon buah yang paling penting dan berguna bagi orang Israel. Di dalam Alkitab PL, bahasa Ibrani “pohon ara” adalah teenah, “buah ara” adalah teenim, dan “kue ara kering” adalah develah. Di negara-negara Mediterania, ara merupakan karakteristik pertanian kering. Tingginya sekitar 6 meter dan memiliki daun yang tebal, besar, dan kasar saat disentuh seperti tangan. Daunnya memberi keteduhan (Yoh. 1:48). Cabangnya melengkung dan panjang yang terkadang tampak seperti semak besar. Batang dan cabangnya halus; kulitnya berwarna abu-abu keperakan. Daunnya besar dan berbentuk seperti tangan (Lytton John Musselman, A Dictionary of Bible Plants, 55, Fauna and Flora of the Bible, 118, dan Michael Zohary, Plants of the Bible, 58).

Ara memiliki dua jenis, yaitu jantan atau “liar” (disebut caprificus) dan betina atau “dibudidayakan.” Ara liar memiliki banyak bunga betina dan lebih sedikit bunga jantan, sedangkan pohon ara “betina” hanya memiliki bunga betina. Karena ara termasuk pohon dioecious (memiliki organ reproduksi jantan dan betina dalam individu yang terpisah), yang berarti hanya betina yang menghasilkan biji dan menghasilkan buah yang dapat dimakan. Produksi buahnya sangat bergantung pada tawon sebagai vektor serbuk sari dari buah ara jantan. Akan tetapi, ada varietas pohon ara dari spesies yang sama yang menghasilkan buah yang lezat terlepas dari penyerbukan. Ini adalah fenomena alam umum dalam hortikultura yang disebut parthenocarpy (produksi buah tanpa biji) (Zohary, Plants of the Bible, 58-59).

Jika tanahnya diolah dengan baik dan pohonnya dirawat dengan baik, pemiliknya akan mendapat dua kali panen yang berlimpah setiap tahun. Buah ara awal matang pada bulan Juni, yang terlambat pada bulan Agustus dan September. Buah ara adalah makanan lezat yang terkenal dan populer di banyak belahan dunia, dan sangat bergizi karena kandungan gulanya yang tinggi. Ini juga digunakan sebagai obat (2Raj. 20:7) (Fauna and Flora of the Bible, 118). Buah ara kering yang berasal dari Zaman Neolitik/zaman batu yang baru (5000 SM) ditemukan pada penggalian Gezer, kota besar zaman kuno, yang terletak di lereng barat pegunungan Yudea (Zohary, Plants of the Bible, 58).

Lalu, dari mana Markus mengetahui bahwa ketika Yesus tidak mendapati buah dari pohon ara, ia menyimpulkan bahwa waktu itu memang bukan musim buah ara? Karena ketika Yesus tidak mendapati buah dari pohon ara, itu terjadi di musim semi sekitar waktu Paskah di mana tidak ada buah ara yang akan siap. Faktanya, pohon ara adalah pohon buah terakhir yang menghasilkan daun, dan bahkan di awal musim semi, tidak ada daun yang terlihat (Musselman, A Dictionary of Bible Plants, 57).

Photo by NordWood Themes on Unsplash
https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community