Benarkah Ular adalah Binatang yang Paling Cerdik? (Kejadian 3:1) (Bagian 3)

Posted on 06/12/2020 | In Do You Know ? | Ditulis oleh Ev. Nike Pamela | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/benarkah-ular-adalah-binatang-yang-paling-cerdik-kejadian-3-1.jpg Benarkah Ular adalah Binatang yang Paling Cerdik? (Kejadian 3:1) (Bagian 3)

(Lanjutan tgl 29 November 2020)

Dalam kalimat Ibraninya, perkataan ular di 3:4 dimulai dengan kata “tidak”. Ini dapat dianggap sebagai sebuah seruan dan penolakan yang tegas terhadap ucapan Hawa di 3:3 bagian akhir. Kali ini ular tidak lagi menyinggung tentang perkataan TUHAN, melainkan motivasi-Nya. Ia menyerang kebaikan hati TUHAN. Cara yang sama juga digunakan iblis pada waktu ia hendak menjatuhkan Ayub (Ay 1:9-11; 2:4-5). Ia berusaha mengambil semua milik Ayub supaya Ayub menyangkali kebaikan TUHAN lalu mengutuki Dia (Ay 2:9-10).

Ular melancarkan tiga serangan yang sangat menjebak. Pertama, Hawa dan suaminya tidak akan mati (3:4). Kebohongan ini diucapkan dengan sangat tegas. Seperti sudah disinggung di atas, perkataan ular dimulai dengan kata “tidak”. Ia juga menggunakan kata kerja “mati” sebanyak dua kali di ayat ini, untuk memberi penekanan. LAI:TB mencoba mengekspresikan makna ini dengan “sekali-kali”. Berbagai versi Inggris memilih “sesungguhnya” atau “pasti”.

Kedua, mata manusia akan terbuka (3:5). Dalam Alkitab ungkapan ini sngat berkaitan dengan pengetahuan. Ini menunjukkan penemuan kesadaran atau pengertian yang sebelumnya belum ada. Sebagai contoh, di tengah keputusasaan Hagar, Allah membuka matanya sehingga ia melihat sumber air (21:19). Nabi Elisa berdoa agar mata bujangnya dibuka oleh Allah supaya ia melihat penjagaan malaikat Allah atas mereka (2 Raj 6:17, 20).

Ketiga, mereka menjadi seperti Allah (3:5). Kesamaan ini diterangkan dalam konteks mengetahui yang baik dan yang jahat. Ini adalah tawaran untuk menjadi lebih daripada batasan yang ditetapkan Allah waktu penciptaan. Manusia yang adalah gambar Allah (1:26-27) sekarang diberi tawaran oleh ular untuk menjadi seperti Allah. Manusia yang sebelumnya harus tunduk dan taat kepada Allah sekarang mencoba menjadi otonom.

Kalau tawaran ular ini dipandang dari seluruh cerita di Kejadian 3 kita akan menemukan bahwa apa yang dikatakan ular tampaknya memang terbukti dan perkataan Allah yang keliru. Baik Adam maupun Hawa tidak langsung mati pada waktu memakan buah itu. Adam baru mati setelah berusia 930 tahun (5:5). Mata mereka terbuka (3:7a). Mereka pun menjadi sama seperti Allah yang mengetahui baik dan jahat (3:22).

Jika diteliti secara mendalam, ucapan ular hanya menyatakan separuh kebenaran (half truth) dan dimaksudkan sebagai jebakan, sehingga perkataan itu tetap merupakan kebohongan. Ular hanya memberitahu apa yang didapatkan Hawa, tetapi ia tidak memberitahukan kehilangan apa yang akan dialami Hawa. Ia memberikan harapan dengan kata-kata yang memang akan terjadi, namun dengan makna yang sangat berbeda. Mata manusia memang terbuka, namun bukan seperti yang dijanjikan ular dan diharapkan Hawa.

Pengetahuan baru yang didapat hanyalah “mereka tahu bahwa mereka sekarang telanjang” (3:7) namun ketelanjangan ini berbeda dengan situasi sebelumnya di 2:25. Mereka memang tidak langsung mati secara fisik, tetapi kematian fisik ini pasti menimpa semua manusia (3:19, 22-24). Di samping itu, kematian rohani berupa keterpisahan dari Allah langsung mereka alami (3:8-10, 23-24). Mereka memang menjadi seperti Allah, tetapi ini merupakan kemerosotan posisi mereka. Sebelumnya mereka mengenal yang baik saja karena semua ciptaan Allah memang hanya berisi kebaikan (1:31), sekarang mereka justru bersentuhan dengan semua yang jahat di dunia. Ketika “mengetahui” yang baik dan yang jahat, manusia justru selalu memilih yang jahat saja (6:5; 8:21). Pendeknya, mereka mendapatkan hikmat yang palsu. Setiap hikmat yang bukan berasal dari TUHAN sendiri adalah kebodohan, karena sumber hikmat adalah TUHAN (Ams 2:6) dan permulaan hikmat adalah takut kepada TUHAN (Ams 1:7; 9:10).

Demikianlah pemaparan ini, semoga dapat memahami kalimat ‘Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah’ dalam konteks Kejadian pasal. 3 secara lebih komprehensif.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Ev. Nike Pamela

Reformed Exodus Community