Apakah Keluaran 17 dan Bilangan 20 merujuk pada peristiwa yang sama?

Posted on 12/08/2018 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/Apakah-Keluaran-17-dan-Bilangan-20-merujuk-pada-peristiwa-yang-sama.jpg Apakah Keluaran 17 dan Bilangan 20 merujuk  pada peristiwa yang sama?

Dalam salah satu rute perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun dari Mesir menuju ke tanah perjanjian, Kanaan, ada 2 peristiwa yang memiliki kisah yang hampir sama, yaitu Kel. 17 dan Bil. 20. Pada kedua peristiwa ini, bangsa Israel sama-sama bersungut-sungut karena mereka kehabisan air. Mereka dikatakan sama-sama bertengkar dengan Musa. Dan yang menarik, solusi yang diberikan Tuhan melalui Musa juga sama, yaitu Musa harus memukul gunung batu dengan mempergunakan tongkat (Kel. 17:5-6; Bil 20:8-11). Selain kemiripan peristiwa, ada nama padang gurun yang hampir sama, yaitu padang gurun Sin di Kel 17:1 dan padang gurun Zin di Bil. 20:1. Puncak dari kecurigaan itu terdapat pada penamaan tempat untuk 2 peristiwa itu, yaitu:

Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?" (Kel. 17:7)

Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka (Bil. 20:13)

Lokasi tempat terjadinya peristiwa di Kel. 17 dan Bil. 20 sama-sama dinamakan Meriba. 

Namun apakah kedua kisah itu merupakan satu peristiwa yang sama? TIDAK, 2 kisah itu merupakan 2 peristiwa yang berbeda. Mengapa demikian?

  1. Dari sisi kronologis-nya, peristiwa di Kel. 17 terjadi tidak lama setelah bangsa Israel keluar dari Mesir. Bangsa Israel tiba di padang gurun Sin sekitar 1,5 bulan setelah mereka keluar dari Mesir

Kel. 16:1 Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.

Bangsa Israel belum sampai di  gunumg Sinai dalam Kel. 17. Sekitar 15 hari setelahnya, bangsa Israel baru tiba di gunung  Sinai.

Kel. 19:1 Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka  tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga.

Sedangkan peristiwa di Bil. 20 terjadi setelah bangsa Israel meninggalkan gunung Sinai. Tercatat bahwa dari Kel. 19:1-Bil 10:10 bangsa Israel menetap di dataran gunung Sinai. Baru dalam Bil. 10:11  tiang awan memberikan tanda-tanda untuk bangsa Israel meninggalkan gunung Sinai menuju padang gurun Paran (Kadesh).  

  1. Dari sisi lokasinya, Kel. 17 memberikan catatan pembuka dan penutup bahwa lokasi bangsa Israel berada di sebuah tempat bernama Rafidim (ay. 1 dan ayat 8). Sedangkan

Bil. 20 menyatakan bahwa posisi bangsa Israel adalah di Kadesh (ay.1 dan ay. 22). Jika dilihat di peta, maka posisi kedua tempat di atas, yaitu Rafidim dan Kadesh sangatberjauhan (di peta di bawah ini Rafidim no 7, Kadesh di no 12).

  1. Tentang padang gurun Zin dan Sin, walaupun memiliki kemiripan bunyi, kedua lokasi tersebut amat sangat berbeda. Padang gurun Sin tercatat dekat dengan gunung Sinai (Kel. 16:1) sedangkan Padang gurun Zin seringkali muncul berbarengan dengan Kadesh (Bil. 27:14; 33:36; 34:4; Ul. 32:51; Yos. 15:3).
  2. Tentang kesamaan nama Meriba, harus dipahami tentang pemberiaan nama sebuah tempat atau lokasi dalam daftar perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun. Pertama-tama harus dipahami bahwa perjalanan bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan selama 40 tahun merupakan sebuah rute perjalanan yang mayoritas melewati daerah tak berpenghuni. Jika melihat Bil. 33 yang berisi nama-nama lokasi yang dilewati bangsa Israel selama 40 tahun itu, maka mayoritas nama-nama itu sudah tidak lagi ditemukan di peta. Bahkan nama Meriba juga tidak termasuk dalam daftar di Bil. 33. Dengan kata lain, banyak nama lokasi yang disebutkan itu bukan merupakan proper nama, melainkan nama yang hanya dikenal atau diingat oleh bangsa Israel selama perjalanan mereka. Contohnya, nama Mara (artinya pahit) diberikan karena di sana ditemukan air yang rasanya pahit (Kel. 15:23), Kibrot Taawa (artinya kuburan orang rakus) diberikan karena di sana dikuburkan umat Allah yang dihukum rakus makan daging (Bil. 11:34). Demikian pula dengan nama Meriba. Nama ini diberikan pada 2 peristiwa dimana bangsa Israel dianggap ‘bertengkar/berbantah’ dengan Tuhan. Untuk peristiwa di Bil. 20, Meriba seringkali muncul bersamaan dengan Kadesh (Bil 27:14; Ul. 32:51; Yeh 48:28; 47:19). Sedangkan nama lokasi peristiwa di Kel. 17 dinamakan Masa dan Meriba berdasarkan permainan kata : ‘Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar (Meriba) dan oleh karena mereka telah mencobai (Masa) TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?" (Kel.17:7 bdg. Ul 33:8)

NK_P

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community