Apakah Kelahiran Kembali Meniadakan Kebebasan Manusia?

Posted on 23/02/2020 | In QnA | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/apakah-kelahiran-kembali-meniadakan-kebebasan-manusia.jpg Apakah Kelahiran Kembali Meniadakan Kebebasan Manusia?

Dalam Teologi Reformed diajarkan bahwa kelahiran kembali oleh Roh Kudus mendahului pertobatan dan iman. Tanpa karya Roh Kudus ini, setiap orang tidak mungkin bisa melihat, apalagi masuk ke dalam, kerajaan Allah (Yoh. 3:3). Semua orang mati di dalam dosa sehingga tidak mungkin mampu memberikan respons terhadap panggilan Allah. Dalam keadaan seperti inilah Roh Kudus menghidupkan kita kembali (Ef. 2:1-7). Jadi, tanpa intervensi Roh Kudus yang membuka hati orang berdosa (Kis. 16:14), tidak mungkin seseorang bisa menginginkan Allah yang benar dengan cara yang benar.

Jika pertobatan dan iman bergantung pada intervensi Roh Kudus, seberapa besarkah partisipasi manusia? Apakah kelahiran baru tersebut meniadakan kehendak bebas manusia? Apakah kita dipaksa untuk percaya Injil walaupun itu bertentangan dengan kehendak kita? Jawabannya adalah tidak. Kelahiran kembali tidak meniadakan kehendak bebas manusia. Roh Kudus hanya memampukan manusia untuk menggunakan kehendaknya secara benar, bebas dari kecenderungan dosa.

Jika Roh Kudus tidak merampas kehendak bebas manusia, apakah itu berarti intervensi Roh Kudus bisa ditolak? Apakah kelahiran kembali dalam Roh bisa sia-sia (pada akhirnya tidak berbuah pertobatan dan iman)? Tidak juga.

Lalu bagaimana kita memahami dua ketegangan ini? Di satu sisi, manusia tetap bebas untuk beriman dan bertobat. Di sisi lain anugerah Allah melalui kelahiran kembali tidak mungkin ditolak selamanya.

Untuk memahami isu ini, kita perlu mengetahui seberapa parah keadaan manusia yang berdosa. Alkitab secara eksplisit dan konsisten mengajarkan bahwa tidak ada satupun manusia yang bisa datang kepada Allah dengan kekuatan mereka sendiri. Dalam sudut pandang kekudusan dan kebenaran Allah yang sempurna, tidak ada seorangpun yang benar dan mencari Allah (Rm. 3:10-18). Pikiran manusia sia-sia, pengertiannya gelap, hati mereka dikuasai oleh kebodohan dan kedegilan, serta perasaan mereka menjadi tumpul terhadap hal-hal rohani (Ef. 4:17-19). Manusia duniawi tidak dapat memahami hal-hal yang rohani (1Kor. 2:14). Mata mereka dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga “mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah” (2Kor. 4:4).

Jika mereka dibiarkan oleh Allah dalam keadaan seperti itu, tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk datang kepada Allah yang benar. Melalui kelahiran baru, Roh Kudus menghilangkan semua halangan dan menumbuhkan kemampuan. Natur berdosa yang mencondongkan manusia pada kesesatan dikalahkan. Manusia dimampukan untuk memahami kebenaran ilahi dan menerimanya dalam hati.

Pekerjaan Roh ini sama sekali tidak menjadi substitusi bagi keputusan pribadi. Tidak pula sebagai tirani. Orang berdosa tetap bebas untuk mengambil keputusan. Bagaimanapun, pada akhirnya, keputusan mereka akan selaras dengan tujuan kelahiran baru. Namun, hal itu bukan terjadi karena paksaan.

Orang berdosa yang sudah dilahirbarukan oleh Roh Kudus akan dimampukan untuk melihat keindahan Kristus dan keagungan kasih Allah. Begitu indah dan agungnya pemahaman yang baru ini sehingga orang itu tidak berkuasa untuk menolaknya. Tidak dipaksa, tetapi tidak berkuasa untuk menolaknya. Tawaran Injil menjadi begitu bagus untuk diabaikan.

Untuk memahami ini, renungkanlah ilustrasi berikut. Anda berasal dari sebuah keluarga yang sangat miskin. Anda hidup di tempat yang sangat menjijikkan. Kelaparan dan penderitaan selalu mewarnai kehidupan Anda. Suatu ketika Anda ditawari rumah yang baru yang sangat indah dan bersih. Dalam rumah itu selalu disediakan makanan yang enak dan berlimpah. Para pelayanpun disediakan untuk mengurusi semua keperluan Anda. Setelah Anda diajak berkeliling untuk melihat semua bagian rumah itu, kunci rumah dan keputusan diserahkan ke dalam tangan Anda. Kapanpun Anda siap memasuki rumah itu, Anda tinggal masuk saja. Anda juga memiliki kebebasan untuk menolak tawaran itu dan membuang kunci rumahnya ke jurang. Kira-kira apa yang akan Anda lakukan? Anda tentu saja tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini bukan? Benar sekali! Apakah Anda dipaksa untuk menerima tawaran ini? Tidak juga. Begitu kira-kira cara Roh Kudus bekerja dalam kita melalui kelahiran baru. Soli Deo Gloria.

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community