Apakah arti frase Jadilah petang dan jadilah pagi dalam Kejadian 1?

Posted on 10/01/2016 | In Do You Know ? | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/images/article/Apakah-arti-frase-Jadilah-petang-dan-jadilah-pagi--dalam-Kejadian-1.jpg Apakah arti frase Jadilah petang dan jadilah pagi  dalam Kejadian 1?

Dalam kisah penciptaan  di Kejadian 1, tiap kali Allah menyelesaikan satu proyek penciptaan, penulis kitab Kejadian mengakhirinya dengan frase “jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari….“ (1:5,8,13,19,23,31). Kemunculan frase ini dapat menimbulkan setidaknya 2 pertanyaan, yaitu apakah yang dimaksud dengan frase ini dan apakah  fungsinya hingga muncul sebanyak 6 kali, serta mengapa yang disebutkan adalah ‘petang’ lebih dahulu barulah ‘pagi’ menyusul.

Frase “jadilah petang dan jadilah pagi“ merupakan ungkapan yang dipakai orang pada era Alkitab untuk menggambarkan satu periode hari. Pembaca pada jaman itu tahu ketika frase ‘petang dan pagi’ muncul, itu merupakan ungkapan yang menyatakan satu hari (entah yang dimaksud 24 jam atau satu periode waktu tertentu). Istilah ‘petang’ yang dipakai, yaitu ereB, berasal dari ungkapan yang merujuk pada ‘tenggelamnya matahari’ (sunset). Sedangkan istilah ‘pagi’, Bôqer, secara literal berarti pagi saat matahari mulai terbit di timur. Namun sekali lagi, walau ‘petang’ yang dimaksud adalah seperti saat matahari tenggelam dan ‘pagi’ yang dimaksud adalah saat matahari mulai terbit, penggunaan gabungan 2 kata ini tidak dapat dipahami secara literal. Frase ini berfungsi seperti sebuah idiom bagi orang jaman itu

Fungsi kemunculan frase ini adalah memberikan penekanan tentang jumlah hari-hari penciptaan dan sekaligus menjadi sebuah kesimpulan bagi sebuah hari penciptaan yang sekaligus menandai sebuah transisi ke proyek penciptaan Allah yang lain di hari berikutnya.

Selanjutnya, bagi orang modern yang terbiasa memperhitungkan hari dengan frase ‘siang dan malam’, penggunaan ‘petang dan pagi’ menjadi sebuah pertanyaan besar. Orang modern yang biasa mempergunakan kalender versi Gregorian (sebagai revisi dari versi Julian milik Julius Caesar), memperhitungkan permulaan hari dari tengah malam atau jam 12.00 (atau jika orang Indonesia memakai jam 24.00). Sebenarnya dalam Alkitab juga muncul istilah ‘siang dan malam’, namun frase ini merujuk bukan pada pemahaman tentang ‘hari’ melainkan dipakai untuk menunjukkan tindakan yang terus berlangsung terus menerus dan berulang-ulang (Maz. 1:2; Yosua 1:8 bdg. Luk 2:37; 18:7; 1 Tes 3:10). 

Maz. 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Luk 18:7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?

Sedangkan penggunaan ‘petang dan pagi’ yang merujuk pada ‘hari’, biasa dipakai oleh orang pada jaman itu.

Kel.16:12-13 Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja (petang) kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."  Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

Daniel 8:14  Maka ia menjawab: "Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar."

Contoh-contoh penggunaan frase ‘petang dan pagi’ yang lain dalam Alkitab tercatat di : Kel. 16:8,12,13; 27:21; 29:41; Ima 24:3; Bil. 9:15,21; 28:8; Ula. 16:4; 28:67; 1 Raja 17:6; 2 Raja 16:15; Maz 55:18; Yeh  33:22; Est 2:14; Dan 8:14, 26.

Kejadian 1 menyingkapkan bahwa hari-hari dalam setiap minggu pada awalnya dihitung mulai dari petang hingga pagi harinya. Dengan kata lain, hari dimulai pada saat matahari tenggelam. Praktek ini berlangsung terus hingga era Tuhan Yesus. Tradisi Yahudi mengikuti pola ini, bahkan hingga sekarang orang-orang Yahudi melaksanakan Sabat dengan dimulai dari dari saat matahari tenggelam pada hari Jumat hingga matahari tenggelam lagi pada hari Sabtu-nya.

NK_P

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Reformed Exodus Community