Apa Fungsi Kerubim di Kejadian 3:24?

Posted on 13/12/2020 | In Do You Know ? | Ditulis oleh Ev. Nike Pamela | Leave a comment

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2021/03/apa-fungsi-kerubim-di-kejadian-3-24.jpg Apa Fungsi Kerubim di Kejadian 3:24?

Ada yang menanyakan buat apa Allah perlu menempatkan kerub(im) pada saat Adam dan Hawa diusir dari taman Eden? Bukankah cukup berkuasa Allah mengusir mereka untuk tidak akan kembali ke taman Eden? Baiklah kita mempelajarinya.

Ketika Allah mengusir mereka, ada penegasan yang muncul melalui penggunaan 2 kata berbeda. Dalam ay. 24 ada kata kerja gāraš (LAI: menghalau) yang berguna untuk memberikan ketegasan bagi kata kerja şālaḥ di ayat sebelumnya (ay.23 menggunakan kata şālaḥ yang diartikan ‘mengusir). Kata şālaḥ kadangkala masih memiliki makna yang halus (tidak selalu pengusiran, bdg. Kej. 8:7, 8, 12; 21:14; 25:6). Tidak demikian halnya dengan kata gāraš. Kata ini dipakai untuk tindakan Allah mengusir Kain (4:14) atau Sara mengusir Hagar (21:10). Dalam tulisan Musa yang lain gāraš digunakan dalam konteks perceraian (Im 21:7, 14; 22:13) dan penaklukan suatu daerah (Kel 23:28-30; 33:2; Bil 22:11; Ul 33:27; Hak 2:3; 6:9). Baik şālaḥ maupun gāraš muncul bersamaan di Keluaran 6:1 dan 11:1 untuk mempertegas sesuatu. Tambahan kata gāraš di 3:24 menunjukkan bahwa perpindahan geografis yang akan dijalani manusia bukanlah atas kehendak mereka sendiri. Mereka juga bukan sedang dikirim keluar (şālaḥ) oleh Allah ke dalam dunia. Allah benar-benar menghalau manusia dari taman Eden.

Untuk mencegah mereka datang kembali dan mengambil buah pohon kehidupan, Allah menempatkan kerubim di sebelah timur taman Eden. Kerubim adalah salah satu jenis malaikat yang biasanya digambarkan dengan wajah manusia dengan badan singa yang bersayap. Pemunculan kerubim di taman Eden semakin menegaskan fakta bahwa taman tersebut merupakan simbol kehadiran Allah di muka bumi: (1) Dalam budaya Timur Dekat kuno figur ini sering muncul sebagai penjaga tempat kudus; (2) Kerubim juga terlihat cukup dominan dalam ibadah di bait Allah. Pahatan kerubim dapat ditemukan di dinding tabernakel (Kel 26:31; 1 Raj 6:29), di atas tabut perjanjian (Kel 25:18-22; 37:7-9), tirai ruang maha kudus (Kel 26:1, 31; 36:8, 35) maupun ruangan bagian dalam (1 Raj 6:23-28); (3) ‘Pergerakan’ Allah beberapa kali dinyatakan melalaui gambaran Allah sedang mengendarai kerubim (2 Sam 22:11; Mzm 18:10; Yeh 10) atau bertahta di atas-Nya (2 Sam 6:2; 2 Raj 19:15; 1 Taw 13:6).

Penempatan kerubim di sebelah timur semakin memperkuat kesan di atas. Kata kerja ‘menempatkan’ (šākan, 3:24) berbagi akar kata yang sama dengan ‘tabernakel’ (miškan). Kata ini juga berkali-kali merujuk pada tindakan Allah berdiam di tengah umat-Nya (Kel 25:8; 29:45; Yos 18:1). Ketika membaca 3:24 bangsa Israel pasti akan mengaitkan hal tersebut dengan orang-orang Lewi yang berjaga-jaga di jalan masuk menuju tabernakel supaya orang awam tidak masuk dan dihukum mati oleh TUHAN (Bil 1:51, 53).

Pedang api yang dipegang oleh para kerubim bukan hanya menunjukkan kehadiran Allah (Kel 19:18) atau status mereka sebagai utusan Allah (Mzm 104:4), tetapi juga bahwa mereka merupakan alat penghukuman (Ul 32:41-42; Mzm 83:15-16). Pada waktu Bileam hendak pergi untuk mengutuki bangsa Israel, malaikat TUHAN menghadang dengan pedang di tangan (Bil 22:23, 31, 33).

Posisi penjagaan di sebelah timur taman Eden merupakan keterangan yang perlu diperhatikan. Sebagai sudah dijelaskan di 2:8, kata “timur” di kitab Kejadian memiliki konotasi khusus yang hampir semuanya bermakna negatif. Setelah diusir oleh TUHAN, Kain pergi ke sebelah timut (4:16). Para pendiri menara Babel pun bergerak ke arah timur untuk menemukan sebuah tanah datar (11:2). Lot meninggalkan Abraham dengan memilih daerah di sebelah timur (13:8-11). Keturunan Keturah yang dilepas Abraham mengambil jurusan yang sama (25:6). Ini menyiratkan bahwa manusia semakin jauh dari hadirat TUHAN, yang pada waktu itu disimbolkan dengan keberadaan taman Eden. Posisi kerubim di sebelah timur taman Eden (3:24) menyiratkan bahwa taman itu memiliki gerbang masuk. Menariknya, posisi jalan masuk ini sama dengan tabernakel. Pelataran di dekat pintu masuk tabernakel memiliki pintu yang terletak di sebelah timur (Kel 27:13; 38:13-14). Di dekat posisi ini Musa, Harun, dan para imam mendirikan kemah mereka (Bil 3:38).

Dari semua penjelasan di atas terlihat jelas bahwa apa yang terjadi taman Eden merupakan gambaran dari relasi Allah dan manusia. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah (59:2). Setiap kali manusia ingin bersekutu dengan Allah di bait-Nya yang kudus, manusia harus mempersembahkan korban. Syarat ini di kemudian hari dipenuhi secara sempurna oleh Tuhan Yesus, sehingga setiap orang percaya memiliki jalan masuk kepada Allah (Ibr 9:6-14). Pada akhir jaman setiap orang percaya dengan bebas memakan buah pohon kehidupan di sorga (Why 2:7; bdk. Kej 4:22-24) yang terletak di tengah jalan di Yerusalem baru (Why 22:2; bdk. Kej 2:9).

https://i0.wp.com/rec.or.id/wp-content/uploads/2020/12/logo.png logo writter

Ev. Nike Pamela

Reformed Exodus Community