REC | Renungan Harian

"If your friend is sick and dying, the most important thing he wants is not an explanation; he wants you to sit with him. He's terrified of being alone more than anything else. So, God has not left us alone"


-Lee Strobel

Renungan Harian Kristen

RENDAH HATI

Kamis, 7 Desember 2017

(Bacaan: Roma 12:10b)

Di dalam kemiliteran, mereka yang pangkatnya lebih rendah memberi hormat terlebih dahulu kepada mereka yang pangkatnya lebih tinggi. Dalam sikap militer ini ditunjukkan dengan cara “lebih dahulu” atau “mendahului” mengangkat tangan sikap hormat. Kemudian yang pangkatnya lebih tinggi, yaitu atasan, mengangkat tangannya membalas sikap hormat bawahannya; dan setelah itu menurunkan tangannya. Barulah setelah itu bawahannya boleh menurunkan tangan hormatnya. Konsep ini menjadi umum di kalangan masyarakat kita. Yang pangkat lebih rendah patut mendahului di dalam memberi salam atau hormat.

Kehidupan seorang yang sudah diubahkan dan didorong oleh kasih Kristus jelas berbeda. Fokus kasihnya bukan lagi “saya”, tetapi “saudara di dalam Tuhan.” Tabiat kehidupan yang merendahkan diri ini mencerminkan tabiat Kristus sendiri. Di dalam hidupNya jelas sekali tabiat ini. Dia adalah Allah yang Maha Mulia dan Tinggi, namun mau merendahkan dirinya menjadi manusia. Itupun bukan manusia dengan pangkat yang tinggi, Ia lahir di kandang hina, Ia lahir di keluarga tukang kayu, bahkan ketika matipun, Ia mati dengan cara yang paling hina. Tidak ada kerendahan hati yang dapat mengalahkan Kristus. Kitapun diajarkan agar memiliki tabiat atau karakter yang sama. Kasihilah sesamamu dan berfokuslah hanya pada mereka sebagai saudara, dan bukan berfokus pada diri sendiri.

Bagikan renungan ini :