REC | Renungan Harian

“It is not the strength of your faith but the object of your faith that actually saves you.”


-Timothy Keller

Renungan Harian Kristen

KESABARAN YANG MELIMPAH

Senin, 17 Juli 2017

(BACAAN:ROMA 9:22-23)

Christopher Yuan, di usia 20 tahun ia sudah mengunjungi bar gay dan semakin aktif secara seksual. Saat pindah sekolah untuk melanjutkan studi kedokteran gigi, ia pun mulai hidup dalam dunia gay sepenuhnya. Dia pun memutuskan untuk memberitahu orang tuanya, dan tentu saja mereka kecewa, malu dan putus asa. Mendengar pengakuan ini, ibu nya memustuskan untuk mengakhiri hidup, namun justru di saat itulah dia mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Ia  memutuskan untuk berserah kepada Tuhan, dan berdoa bagi Yuan. Akhirnya Yuan dikeluarkan dari universitas, masuk penjara karena narkoba, dan setelah diperiksa dia terkena HIV. Bertahun-tahun ibunya berdoa memohon belaskasihan Tuhan bagi Yuan dan Tuhan pun menjawab doanya setelah 6 tahun. Christopher Yuan akhirnya bertobat dan menjadi seorang pendeta. Siapa yang mengira dia bisa bertobat bahkan jadi seorang pendeta. Belaskasihan Tuhan sungguh memulihkan keadaannya.

Hal serupa terjadi kepada semua orang, entah kita lebih rusak dari Yuan atau sedikit lebih baik dari dia, namun pada dasarnya kita adalah orang-orang yang terkutuk, yang pantas menerima murka Allah. Namun Allah dalam kasih dan kesabaranNya yang besar tidak membuang kita, Ia justru memulihkan keadaan kita dengan cara Ia mati di salib menanggung dosa kita. Kita menerima belaskasihan dari Allah setiap hari. Jika dalam pikiran kita seringkali terlintas aku tidak pantas, aku berdosa, itu wajar karena memang itulah keadaan kita. Namun, ingatlah bahwa dalam keadaan seperti itu pun Tuhan tetap dalam kesabaranNya dan mau memulihkan kita. Ia mengasihi kita, tapi bukan berarti Tuhan menyetujui dosa dan perbuatan kita yang terkutuk. Mari bertobatlah selama masih ada waktu  dan hiduplah bagi kemuliaanNya.

Bagikan renungan ini :