REC | Renungan Harian

“It is not the strength of your faith but the object of your faith that actually saves you.”


-Timothy Keller

Renungan Harian Kristen

AJARKANLAH BERULANG-ULANG

Kamis, 15 Februari 2018

(BACAAN: ULANGAN 6:6-9)

Sebuah majalah yang menceritakan apa yang suka dilakukan para ibu yang sedang hamil di Jepang. Mereka senang mengajak bayinya bicara sejak dalam kandungan. Tidak hanya berbicara, tetapi mereka ternyata rajin mengajarkan penjumlahan. 1+1=2, 2+2=4 dan sebagainya. Sepintas mungkin terlihat lucu bagi kita, untuk apa mengajarkan penjumlahan kepada bayi yang masih dalam kandungan? Tetapi faktanya ternyata sungguh menakjubkan. Anak-anak yang ibunya sering mengajarkan penjumlahan dan rajin mengajak berbicara ternyata jauh lebih cepat berhitung dan menangkap berbagai pelajaran sejak usia 3 tahun dibanding anak-anak lainnya. Hasil penelitian di Jepang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap pengajaran berulang-ulang sejak bayi masih berada di dalam perut ibunya. Jika dilakukan sekali saja tentu tidak akan membawa hasil apa-apa. Agar metode ini bisa berhasil, si ibu harus terus menerus mengajarkan kepada bayinya. Dengan kata lain, pengulangan dalam mengajar akan membuahkan hasil yang signifikan.

Jauh sebelum ada riset tentang pemgajaran berulanng, Alkitab telah lebih dulu memerintahkan kita untuk melakukannya kepada anak-anak kita, “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (ay 7). Ayat ini menggambarkan betapa pentingnya bagi kita untuk mengajarkan anak-anak kita mengenai ketetapan-ketetapan Tuhan secara berulang-ulang, kapan saja, dimana saja. Lewat dongeng sebelum tidur, ketika sedang bermain, ketika sedang dalam perjalanan dan sebagainya. Pola pengajaran berulang akan mampu menanamkan benih Firman Tuhan di dalam hati mereka sehingga mereka bisa terbentuk  sebagai pribadi yang takut akan Tuhan sejak kecil.

Bagikan renungan ini :