Apakah Buah Dudaim itu?

Apakah Buah Dudaim itu?

Dalam Kej. 30, ada satu potong narasi yang memunculkan nama sejenis buah yang menjadi topik pembahasan intinya, yaitu di ayat 14-16. Buah itu adalah buah dudaim, nama sejenis buah yang tidak dikenal di era sekarang; bahkan dalam kamus bahasa Indonesia tidak dikenal nama dudaim. Dalam bahasa Inggris, buah ini diberi nama mandrake. Jadi darimanakah nama dudaim berasal?

Bahasa Indonesia dudaim yang dipakai oleh LAI merupakan transliterasi nama buah ini dari bahasa Ibraninya, dudaim. Kata Ibrani dudaim muncul hanya muncul 4 kali dalam PL, yaitu di Kej. 30:14-16 dan Kidung 7:13.

Kisah narasi di Kej. 30:14-16 terjadi setelah bagian-bagian pasal dan ayat sebelumnya menceritakan kisah ruwet tentang Lea dan Rahel yang saling menarik perhatian Yakub dengan memberikan keturunan bagi Yakub. Menariknya, di ay. 9 dikatakan bahwa Lea sudah tidak melahirkan lagi setelah memberikan 4 anak laki buat Yakub, yaitu Ruben. Simeon, Lewi dan Yehuda (bdg. Kej. 29:35).  Lebih menarik lagi, setelah dikatakan Lea tidak beranak lagi di ayat 9, maka di ayat 17 (setelah kisah di ayat 14-16 ini) Lea kembali mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.

Ayat 14 dimulai dengan catatan tentang Ruben yang menemukan buah dudaim dan memberikannya kepada ibunya. Buah dudaim adalah buah yang tumbuh di daerah Mediterania dengan bunga berwarna biru di musim  dingin dan berganti warna menjadi kuning seperti buah plum di musim panas. Di dalam banyak budaya, buah dudaim dipercaya sebagai buah yang aphrodisiac, yaitu buah yang mengandung zat perangsang nafsu birahi dan membangkitkan kesuburan. Selain fungsinya, buah dudaim ini jarang didapat di Padan Aram, tempat Yakub dan keluarganya tinggal (bdg. Kej. 28:5). Tidak mengherankan jika baik Lea maupun Rahel sama-sama ingin mendapatkan buah itu. Rahel mandul dan Lea sudah tidak mendapatkan anak lagi.

Keinginan Rahel untuk mendapatkan anak sangatlah besar. Di awal pasal 30, Rahel meminta anak dari Yakub. Hal ini membuat Yakub murka dan berkata, "Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?" (ay. 2). Usaha kedua yang dilakukan oleh Rahel adalah memberikan Bilha, budaknya, untuk tidur dengan Yakub. Dan benar, Bilha memberikan 2 anak laki-laki bagi Yakub dan Rahel. Selanjutnya, usaha ketiga yang dilakukan Rahel adalah mendapatkan buah dudaim yang diperoleh Ruben. Untuk mendapatkan buah dudaim ini Rahel perlu membayarnya, yaitu dengan membiarkan Lea kakaknya tidur dengan Yakub. Rupanya Yakub menghabiskan malamnya biasanya dengan Rahel, istri yang disayanginya. Tidak heran Lea mengucapkan kata-kata pedas kepada Rahel:

Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?" Kata Rahel: "Kalau begitu biarlah ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu

Dan hal itu merupakan ‘harga’ yang sebanding baik bagi Rahel maupun Lea.  Bagi Rahel, dengan mendapatkan buah dudaim, walaupun dia harus merelakan suaminya tidur dengan kakaknya, dia berharap bisa hamil dengan mengkonsumsinya. Begitu juga bagi Lea; Lea berharap bisa hamil dengan tidur bersama Yakub.

Disimpulkan, Rahel pun akhirnya bisa mengkonsumsi buah dudaim dan Lea pun akhirnya bisa tidur dengan Yakub. Kedua-duanya sama mengharapkan kehamilan dengan usaha-usaha yang mereka lakukan. Namun penulis kitab Kejadian, yaitu Musa, menuliskan bahwa Lea tidak hamil gara-gara tidur dengan Yakub ataupun Rahel menjadi hamil karena makan buah dudaim. Ada satu usaha yang sama-sama mereka lakukan, namun tidak tertulis secara langsung, yaitu memohon kepada Allah.

Di ayat 17 dituliskan “lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki.“ Di ayat 22 juga dikatakan “lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki.” Bukan karena buah dudaim, tetapi karena Allah yang campur tangan dalam proses mengandung dan melahirkan, baik Lea maupun Rahel. Bandingkan pula dalam kisah Ishak dan Ribka: Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung (Kej. 25:21).

Buah dudaim dalam Kej. 30:14-16 hanya muncul semacam pemicu dan bukti yang membuat proses usaha manusia terlihat menjadi kecil dibanding dengan besarnya anugerah Allah.

NK_P

Bagikan artikel ini :