Batu Kilangan

Batu Kilangan

Cara paling kuno dan paling biasa menggiling gandum ialah menebarkannya di atas batu yang rata dan menggilingnya halus-halus dengan batu yang bulat. Batu-batu kilangan seperti itu ditemukan di kota Neolit kuno di Yerikho, bersama alu batu (PEQ, 85, 1953, gbr 38.2; ttg bentuk Mesir, lih ANEP, no 149). Batu yang berputar umumnya dipakai pada Zaman Besi. Kilangan ini terdiri dari dua bungkal batu bulat, masing-masing bergaris tengah kira-kira 45 cm; batu yang di atas (Ibrani rekhev, “yang berputar”) berlubang di tengah-tengahnya, supaya bisa berputar pada suatu sumbu yang dilekatkan di batu yang di bawah. Sepotong kayu yang muncul dari lubang dekat tepi batu yang di atas itu, menjadi pegangan.

Butir gandum dimasukkan ke dalam melalui lubang sumbu pada batu yang di atas dan tergiling tatkala batu itu diputar, sehingga tepungnya keluar dari antara kedua batu itu (Ibrani rekhayim) ke tanah. Pekerjaan perempuanlah menggiling gandum (Kel. 11:5; Mat. 24:41), tapi pekerjaan itu dipaksakan juga kepada seorang tahanan sebagai pekerjaan budak (Yes. 47:2; Rat 5:13). Jenis kilangan yang lebih besar diputar oleh hewan, atau oleh tahanan (Simson, Hak. 16:21) dan disimpan di rumah kilangan (Mat. 24:41; Yunani mylon).

Karena makanan sehari-hari orang Israel bergantung pada kilangan yang diputar dengan tangan, maka kilangan dilarang digadaikan (Ul 24:6). Jika suara kilangan yang terus-menerus dan datar berhenti, itu pertanda adanya kesunyi-sepian dan maut (Yer. 25:10; Why. 18:22; suatu tamsil untuk gigi orang tua; Pkh. 12:4). Batu yang di atas pada suatu ketika dipakai sebagai peluru pada masa perang (Hak. 9:53; 2Sam. 11:21) dan sebagai batu timbangan (Mat. 18:6; Yunani mylos onikos, jenis batu kilangan yang besar diputar oleh keledai; Why. 18:21).

Sumber: Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (Software Sabda 4)

DTS

Bagikan artikel ini :