Barukh

Barukh

(barukh, “diberkati”).

1. Putra Neria (Yer. 36:4) dan saudara Seraya, kepala perlengkapan dari raja Zedekia (Yer. 51:59). Ia pengikut setia nabi Yeremia (Yer. 36:10), yang menuliskan nubuat-nubuatnya (Yer. 36:4,32) dan membacakannya kepada rakyat (Yer. 36:14,15). Ia menjadi saksi dalam jual beli sebidang tanah antara nabi dan keluarganya yang terletak di Anatot (Yer. 32). Setelah Yerusalem jatuh kepada Babel, ia dikatakan tinggal bersama Yeremia di Masfota (Mizpah, Yosefus, Ant 10.158). Tapi setelah Gedalya dibunuh, ia ditangkap karena mempengaruhi Yeremia untuk pergi (Yer. 43:3). Ia bersama Yeremia dibawa ke Mesir (Yer. 43:6), di mana menurut suatu cerita keduanya meninggal (Hieronymus ttg Yes 30:6).

Tapi Yosefus menceritakan bahwa mereka berdua dibawa ke Babel sebagai tawanan, setelah Nebukadnezar menyerang dan memasuki Mesir pada thn 583 sM (Ant 10.182). Yosefus juga mengatakan bahwa Barukh berasal dari keluarga ningrat (bdk. Barukh 1:1). Hubungan Barukh dengan Yeremia membuat namanya diberikan kepada beberapa buku Apokrifa, yang terkenal ialah “Wahyu Barukh”, buku yang sangat mungkin berasal dari golongan Ibrani atau Aram, tapi hanya bentuknya Yunani (abad 2 sM) dan bentuk Siria masih ada; “Kitab Barukh”, ada dalam LXX antara Yeremia dan Ratapan, adalah suatu kitab deuterokanonik. Dari kitab ini dikenal beberapa naskah (Latin dan Gnostik), dan “Sisa dari Karya Barukh”. Tradisi Yahudi (Mid. Rabba ttg Kid. 5:5) mengatakan bahwa Barukh adalah guru dari Ezra

2. Seorang imam, putra Zabai, yang membantu Nehemia dalam pekerjaan pembangunan kembali Bait Suci (Neh. 3:20) dan menjadi saksi pada suatu perjanjian (Neh. 10:6).

3. Putra Kolhoze, seorang dari Yudea, bapak dari Maaseya (Neh. 11:5).

Sumber: Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (Software Sabda 4)

                                                            DTS

Bagikan artikel ini :