BAB XI: PAHLAWAN-PAHLAWAN MISI

BAB XI: PAHLAWAN-PAHLAWAN MISI

Lanjutan dari  warta tanggal 7 September 2014

                

Tatkala membedakan kehendak Allah bagi hidup Anda adalah bijaksana untuk mencari nasehat yang saleh. Bayangkan memiliki kesempatan untuk duduk bersama David Brainerd, William Carey, Hudson Taylor dan pahlawan-pahlawan misi terkenal masa lalu lainnya untuk meminta nasehat mereka, untuk mempelajari segala hal mengenai hidup mereka, pengalaman dan panggilan misi. Sungguh merupakan suatu berkat. Dengan anugrah Allah, kita memiliki hak-hak istimewa melalui tulisan-tulisan yang telah mereka tinggalkan dan biografi-biografi yang ditulis oleh orang-orang yang mengenal mereka dengan baik. Setiap generasi memilki berkat dan kewajiban untuk belajar dari pemikiran dan pengalaman orang-orang yang telah mendahului kita, belajar dari kegagalan dan keberhasilan dan pengajaran-pengajaran mereka. Melihat kehidupan para pahlawan misi, kita melihat bahwa panggilan misi datang dalam berbagai cara, sesuai dengan karya Allah yang berkuasa dalam kehidupan setiap pribadi. Namun setiap kisah memiliki sesuatu untuk mengajarkan kita mengenai misi dan khususnya panggilan misi.

 

Sejumlah misionaris menerima panggilan mereka dalam pengalaman yang gaib. Susan Fitkin menggambarkan panggilannya sendiri ketika dia menulis,

Saya bangun dengan gemetar, sangat tergerak dan sedang bertanya-tanya dalam hati, apa maksud semua ini tatkala saya menyadari kehadiran Allah. Seolah-olah seseorang berdiri di samping tempat tidur saya dan dalam sebuah suara yang dapat didengar berkata dengan khidmat, “Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada setiap makhluk!” Saya heran, karena saya masih sakit keras, namun kemudian saya segera menjawab: “Ya, Tuhan, saya akan pergi, namun Engkau tahu betapa lemahnya saya. Engkau harus memikul semua tanggung jawab.” Dia meyakinkan saya bahwa Dia akan memelihara dan suatu damai sejahtera  yang luar biasa memenuhi jiwa saya. Ini adalah suatu panggilan yang jelas, sehingga saya tidak pernah meragukannya. Ini merupakan peristiwa yang mengesankan namun ini hanyalah suatu persetujuan manusia kepada pekerjaan Allah. Karena bertahun-tahun sebelumnya, Dia telah benar-benar menyampaikan firmanNya yang tak ternilai kepada hati saya, “Bukan engkau yang memilih Aku, melainkan Aku yang telah memilihmu dan mengutusmu, bahwa engkau harus pergi dan menghasilkan buah.”

 

Rachel Saint, misionaris seumur hidup untuk suku Auca, juga mengalami apa yang baginya adalah panggilan misi yang tak dapat diragukan, namun bagi orang-orang lain sangat mengherankan. Dalam sebuah perjalanan melintasi Samudra Atlantik, sementara dia sedang berdoa mengenai satu kesempatan yang ditawarkan kepadanya untuk melayani seorang wanita kaya raya yang dapat menyediakan kehidupan yang nyaman baginya,

Rachel menyadari sesuatu yang aneh sedang terjadi kepadanya. Seolah-olah dia tidak sedang berdiri di atas dek kapal lagi, melainkan berdiri di sebuah tempat terbuka di tengah rimba, menatap sekelompok orang setengah telanjang yang berkulit coklat. Orang-orang itu memberi isryarat kepadanya untuk mendatangi mereka. Secepat penglihatan itu datang, secepat itu pula perginya…. Rachel jatuh berlutut dan memejamkan matanya, lalu berdoa, “Tuhan.. aku akan menyerahkan seluruh hidupku kepadaMu dan pergi menjadi seorang misionaris kepada orang-orang berkulit coklat itu, jika Engkau menginginkanku.”

 

Pengalaman-pengalaman seperti ini luar biasa dan melihat buah dari kehidupan-kehidupan yang dipanggil dengan cara demikian, kita segan untuk mempertanyakan pengalaman-pengalaman tersebut; namun pengalaman-pengalaman ini bukanlah cara yang biasa atau normative untuk terpanggil ke lading misi. Ketika misionaris-misionaris potensial membaca panggilan-panggilan seperti ini, mereka sering meragukan panggilan mereka sendiri, karena panggilan tersebut tidak begitu mistik. Banyak yang tetap tinggal menantikan suatu pengalaman adikodrati atau penyingkapan yang gaib akan kehendak Allah, jika belum mengalami, mereka menganggap bahwa Allah belum memanggil mereka.

 

Bersambung…...

(Diambil dari buku “Panggilan Misi” dengan judul asli “Misionary Call: Find your Place in God’s Plan for the World, 2008, David Sills, Momentum)

Bagikan artikel ini :