ARTEMIS

ARTEMIS

Inilah nama Yunani untuk seorang dewi yang disamakan dengan dewi Latin Diana dalam mitologi kuno. Nama Artemis berasal dari zaman pra-Yunani; muncul dalam sastra Yunani sebagai ibu dan pelindung margasatwa (bnd W. K. C Guthrie, The Greeks and their Gods, 1950, hlm. 99 dst).

Artemis ialah anak perempuan Zeus dan Leto serta saudara kembar Apolo. Penderitaan ibunya luar biasa sewaktu melahirkan dia, membuatnya menentang perkawinan. Dia merupakan dewi bulan dan perburuan, dan umumnya digambarkan sebagai pemburu yg ditemani oleh beberapa anjing. Kuilnya di Efesus adalah salah satu dari ketujuh keajaiban dunia, dan nampaknya pemujaan kepada ‘dewa perawan’ itu sudah dicampurbaurkan dengan sejenis ibadah kesuburan dewi ibu dari Asia Kecil. Kuil ini ditopang oleh 100 tiang batu utuh, dan sebagian dari tiang batu itu dipahat. Tradisi mengatakan bahwa patungnya jatuh dari langit (Kis. 19:35), dan diduga bahwa peristiwa ini menunjuk kepada suatu meteorit atau bintang yg jatuh; Plinius bercerita, bahwa batu raksasa yg ada di atas pintu masuk, konon ditempatkan oleh Artemis sendiri.

Ibadah kepada Artemis dilakukan oleh imam-imam sida-sida, yg disebut megabyzoi (Strabo, Kis. 14:1.23), dan para arkeolog sudah menemukan patung-patung, yg menggambarkan dia dengan banyak buah dada. Para pengrajin perak membuat bagi penyembahnya peti-peti keramat, yg menggambarkan Artemis sedang istirahat didampingi singa-singanya; atau mungkin kuil-kuilan dari perak itu menimbulkan keributan tatkala Paulus memberitakan Injil di sana (Kis. 19:23-20:1). Seruan mereka, ‘Besarlah Artemis dewi orang Efesus!’ (Kis. 19:28,34) sudah dibuktikan oleh tulisan ukir dari Efesus, yg menyebut dia ‘Artemis Besar’ (CIG. 2963c; Greek Inscriptions in the British Museum, 3, 1890, 481.324).

 

Sumber: Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (Software Sabda 4)

DTS

Bagikan artikel ini :