ABSALOM

ABSALOM

              Kata “Absalom” berasal dari kata Ibrani yaitu ‘avsyalom yang berarti ‘bapak perdamaian’.

 

1.        Putra ketiga Daud. Ibunya wanita asing, Maakha, putri Talmai, raja Gesur (2Sam. 3:3). Kepribadiannya yg menawan juga dimiliki Tamar, adiknya perempuan; sayang justru menyebabkan Tamar diperkosa oleh Amnon, putra sulung Daud dari istrinya yg lain (2Sam. 13:1-18). Setelah Absalom mengetahui peristiwa ini, ia bertindak dan menyebabkan kematian Amnon. Raja Daud tidak senang. Karena itu Absalom lari ke Gesur (2Sam. 13:19-39). Bagian pertama nubuat Natan telah menjadi kenyataan (2Sam. 12:10). Setelah ia 3 thn di pembuangan ditambah 2 thn terkucil dari istana, Daud menerima anaknya itu kembali dengan baik.

Tapi Absalom membalas kebaikan hati bapaknya dengan makar untuk menggulingkan Daud (2Sam. 15:1-15). Dengan demikian bagian kedua nubuat Natan menjadi kenyataan (2Sam. 12:11). Bagian ketiga (2Sam. 12:11) segera juga menjadi kenyataan (2Sam. 16:20-23) dan sekarang tidak mungkin diubah lagi. Kata-kata Daud mengandung sifat memilukan dan rohaniah, ketika orang Lewi mengusahakan supaya tabut Allah dibawa lari bersama raja yg digulingkan itu (2Sam. 15:25-26). Kematian Absalom telah diketahui secara luas. Dengan bantuan Husai (2Sam. 15:32-37; 17:1-16) dan Yoab (2Sam. 18:1-21; lih. juga 2Sam. 19:1-7) Daud sanggup mengalahkannya dalam pertempuran. 2 Samuel 18:9-17 menguraikan peristiwa kematiannya yg hina dan keji. Dikatakan bahwa Mazmur 3 berasal dari zaman pemberontakan Absalom.

 

2. Mertua laki-laki Rehabeam, (1Raj. 15:2,10); di sini disebut Abisalom (2Taw 11:20; 21:3). Dalam Apokrifa, seorang duta dari Yudas Makabe, ayah Matatias dan Yonatan (1 Makabe 11:70; 13:11; 2 Makabe 11:17)

Sumber:

Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (program SABDA 4).

DTS

Bagikan artikel ini :