ABYATAR

ABYATAR

Kata “Abyatar” berasal dari kata Ibrani “evyatar” yang berarti “bapak keunggulan”.

 

Putra Ahimelekh yg menyertai ayahnya sebagai imam di Nob. Hanya dia yg luput dari pembunuhan besar-besaran yg dilancarkan Saul terhadap keluarganya. Ia lari membawa efod dan bergabung dengan Daud di Kehila (1Sam. 22:20-22; 23:6,9). Ia membantu membawa kemah suci ke Yerusalem, di mana ia menjadi salah seorang penasihat Daud (1Taw. 15:1; 27:34). Ia dikirim kembali ke Yerusalem bersama putranya, Yonatan, ketika Daud melarikan diri, untuk bertindak guna kepentingan Daud melawan Absalom (2Sam. 15:35 dab; 2Sam. 17:15). Menjelang akhir pemerintahan Daud, ia mengadakan komplotan agar Adonia menjadi Raja. Ia dipecat dari jabatannya oleh Salomo (1Raj. 1; 2). Abyatar mungkin sekali menjadi imam besar selama pemerintahan Daud; rupanya ia lebih tua dari Zadok (1Raj. 2:35; bdk. Mrk. 2:26). Tidaklah pasti apakah ia mempunyai seorang putra bernama Ahimelekh, atau apakah kedua nama itu dipindahkan ke dalam 2 Samuel 8:17; 1 Tawarikh 24:6. ‘Waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar’ (Mrk. 2:26) berarti ‘dalam cerita tentang Abyatar’ (bdk. Mrk. 12:26).

 

Sumber:

Ensiklopedia Alkitab Masa Kini (program SABDA 4).

 

DTS

Bagikan artikel ini :