Gua Singa dalam Daniel 6 - Literal atau Kiasan? (Bagian 2)

Gua Singa dalam Daniel 6 - Literal atau Kiasan? (Bagian 2)

(Lanjutan tgl 26 Januari 2020)

Raja Asyur, Asyurbanipal II dikatakan memiliki ladang tempat pengembangbiakan singa-singa di Nimrod. Patung dari singa bersayap diletakkan  di gerbang masuk kerajaan dan beberapa bangunan publik yang penting di Asyur dan Babel dengan harapan patung itu memberikan perlindungan dari serangan sihir terhadap kerajaan dan penduduknya. Salah satu perwakilan artistik yang menonjol sekali tentang singa adalah patung batubata berkilau yang menghiasi  jalan menuju ke arah Ishtar Gate di Babel.

Setidaknya walaupun tidak ada catatan tertulis tentang bentuk penghukuman ‘dibuang ke gua singa’ namun orang Timur Dekat kuno, utamanya kerajaan-kerajaan yang ada, mempraktekkan bentuk penghukuman ‘dibuang ke bintang-binatang buas’ dan mereka memiliki tempat pengembangbiakan singa-singa.

 

SINGA DI DALAM LUBANG

Sehubungan dengan kisah Daniel yang dimasukkan ke gua singa, keberatan berikutnya yang yang menganggap kisah ini hanyalah metafora belaka adalah ‘apakah mungkin seekor singa memang hidup di dalam gua?’ Singa tidak mungkin hidup di gua karena dari sisi naturnya, singa tidak hidup di tempat tertutup melainkan di area terbuka.  

Istilah Ibrani GöB  kebanyakan diterjemahkan dengan ‘den’ dalam terjemahan Alkitab bahasa Inggris dan LAI memakai kata ‘gua’ untuk menerjemahkannya. Hal itu tidak dapat dipersalahkan karena sulit untuk menemukan padanan kata untuk kata Ibrani GöB. Kata Ibrani GöB  berhubungan dengan kata kerja Ibrani pula , yaitu Gûb yang artinya ‘menggali’. Hal itu berkaitan karena  GöB (gua) bukan seperti gambaran gua yang ada sekarang. GöB lebih mirip sebuah sebuah lubang (pit) atau waduk (cistern).

Dari gambaran gua yang dipercakapkan raja Darius, kita mendapatkan sedikit gambaran gua yang dimaksud.

  1. GöB itu berada dan dibuat di bawah tanah, bukan seperti batu karang menjulang. Hal ini didukung dalam Dan 6:23 ketika raja Darius meminta Daniel ditarik (dlm bahasa Ibraninya ‘dibawa naik’).   Pembuatan GöB di bawah tanah ini sekaligus berfungsi sebagai perangkap untuk mengecoh binatang buas yang kemungkinan lewat sehingga akhirnya masuk perangkap. Dalam catatan Alkitab ada beberapa ayat pendukung bahwa singa pun terjebak di lubang (Yeh. 13:4,8; Yer. 48:43-33) atau semacam saluran air (2 Sam 23:20; 1 Taw 11:22).
  2. GöB itu kemungkinan memiliki 2 pintu, yaitu pintu masuk yang merupakan jalur landai  tempat para singa itu keluar masuk (karena tidak mungkin singa-singa itu dilempar tiap kali  mereka keluar masuk). Pintu kedua adalah sebuah lubang dari atap atas, jalur masuk makanan buat singa-singa itu. Dalam kasus Daniel yang dilemparkan ke sana, entah dia dimasukkan via pintu keluar masuk singa atau via jalur makanan singa, semua kemungkinan itu ada.
  3. GöB itu  pasti merupakan tempat yang cukup luas karena singa yang ada di sana bukan hanya seekor, melainkan lebih dari satu. Beberapa kali kata singa muncul dalam bentuk plural (Dan. 6:7,12,16,19,20,22,24,27).  

Dengan gambaran kondisi fisik gua yang dimaksud adalah sangat masuk akal jika memang gua singa yang dimaksud adalah sesuatu yang literal, sesuatu yang memang ada dan kondusif untuk hidup singa-singa peliharaan raja daerah Timur Delat Kuno sana.

Bagikan artikel ini :